Minggu, 25 Desember 2011
Mencari Jalan Ke Cigangsa
Awalnya agak ragu dapat melakukan gowes bersama anak anak pada hari ini. Mendekati jam delapan pagi , belum ada anggota yang berkumpul , ditempat yang sudah biasa mereka ngumpul sebelum nggowes sepeda. Untung ada Pak Ben,pria sudah berumur yang muncul. Akhirnya diputuskan , tetap menggowes walau hanya kami berdua.
Rute lewat Cihuni kami lewati bukan seperti biasanya. Jalan kecil di sebelah dalam jalan utama memberi nuansa lain . Jalan menanjak dengan variasi kerusakan yang biasanya disukai pengguna ban ukuran 2.75 ke atas.
Sampai di desa Margasari kami juga ragu menentukan arah yang benar untuk sampai ke Situ Cigangsa melewati jalan tembus . Setelah muter muter jalan jalan kecil sampailah kami de lapangan sepak bola desa Margasari kami istirahat di sebuah warung , sambil minum kopi dan sedikit makan roti. Lumayan buat nambah tenaga.
Beruntung , ketika sedang asyik minum kopi , beberapa teman menyusul kami dari belakang. Jadilah waktu istirahat jadi agak lama . Berdua harus menunggu empat orang teman yang segera menyusul.
Setelah 6 penggowes terkumpul, maka mencari jalan ke situ Cigangsa kami lanjutkan . Syarat jalan yang kami lalui harus mengantarkan kami melewati sungai Ciherang melalui sebuah Jambatan gantung kecil. Setelah dua kali bertanya, jalan yang melalui jembatan gantung kami temukan . Jalan aprak aprakan , atau mengowes asal bisa sampai, jalan yang kami lewati tidak kami peduli, yang penting bisa sampai ke tujuan , makin liar jalan makin asyik. itulah makna gowes aprak aprakan bagi kami.
Situ Cigangsa telah kami lewati. Terus memutar Gear meleati kebun bambu, kebon jagung , pematang sawah, menyeberang jembatan bambu adalah pengalaman tak terlupakan akhir tahun ini. Rute ini pendek tapi berkesan. Mampu menyatukan kembali semangat gowes yang terputus selama sebulan.
Kamis, 15 Desember 2011
Minggu, 20 November 2011
Sukajadi-Galudra
Rute Sukajadi ini sudah sering kami lewati, tetapi hari ini menjadi rute yang berat karena dari rute reguler tersebut kami sambung ke Tanjung sari dan dilanjutkan ke Galudra. Secara umum jalan di rute ini sudah mulus / halus . bahan yang dipakai untuk mengeraskan jalan terdiri dari dua jenis. Jenis aspal dan jenis semen cor.
Ketinggian rute ini seperti rute rute yang lain di Purwakarta hanya bermain di rentang 200 sampai 300 meter. Walaupun begitu rute ini cukup membuat paha saya kaku dan ga bisa digerakkan . Terpaksa kayuhan ku hentikan menunggu sampai kelenturan kakiku bisa diajak memutar rantai kembali.
Tidak penting seberapa cepat untuk bisa menyelesaikan rute ini , karena bagi pesepeda umat umatan seperti saya yang penting adalah mendapatkan kesegaran badan dan menemukan teman teman baru. Berangkat dari depan showroom Mobil milik ketua ISSI Purwakarta sekitar jam 7: 30 pagi , saya memerlukan waktu 1 jam dan 15 menit untuk mencapai tanjakan Gulampok . Sebuah tanjakan yang sangat melegenda , cukup membuat kaki kaki kita kaku dan ngadat untuk memutar rantai .
Selebihnya dari rute tersebut , mulai dari Sukajadi,Tanjungsari dan Salem , praktis hanya sisa tenaga yang masih membuat saya bisa menyelesaikan rute ini.
Bersepeda dibawah guyuran hujan , membuat beberapa kelompok pesepeda harus mencari tempat berlindung dari guyuran air.Sepanjang setengah dari rute ini , kami menyaksikan buah rambutan yang sudah merah kulitnya dan sesekali ada aroma buah durian yang menyegarkan.
Satu lagi yang membuat kami tetap berbesar hati untuk melewati rute ini di kelompok paling belakang sekalipun adalah adanya pemberi petunjuk arah untuk menyusul rombongan yang ada di depan. Anak-anak selalu memberi semangat kami yang tertinggal dibelakang. Jumlah rombongan yang lebih dari 20 orang membuat kami begitu diperhatikan dirute yang kami lewati. Keadaan tersebut membuat kami tidak tersesat dirute yang berbukit dan boleh dikatakan sepi dari polusi.
Setelah hampir membiarkan scoot merah tergantung selama 2 bulan . Gowes ke Galudra melewati Ban Besar Ciawi Tali menjadi obat rindu menggowes.
Walaupun Rute ini penuh turunan yang menukik dan rata rata rusak, Shimano Mekanikal disc brake masih mumpuni untuk menahan laju sepeda. Walaupun sudah berumur, Shimano Mekanikal disc brake tersebut tetap menjadi andalan .
Minggu, 23 Oktober 2011
Fun Bike Ulang Tahun ke 12 Alfamart
Fun Bike kali ini kita dapat melihat wajah wajah yang selama ini jarang kita temui, beberapa gadis belia ikut serta dalam fun bike kali ini. Biasanya pesepeda itu identik dengan anak laki laki, atau bapak bapak yang sepertinya sudah purna tugas.
Rute Baru yang dilalui peserta , melewati jalan didepan SMPN 5 Purwakarta. Jembatan yang melintas di jalur rel kereta api menjadi daya tarik sendiri. banyak peserta yang berhenti sekedar mengambil nafas dan memanfaatkan lokasi tersebut untuk mengabadikannya. Hiburan live musik sepertinya lain dari biasanya. Dari suara penyanyi dan hentakan musiknya kelihatannya fun bike ultah Alfamart memang dipersiapkan dengan baik.
Senin, 05 September 2011
Gowes Pertama Setelah Lebaran
Rute yang kami pilihpun tidak begitu ekstrim . Melewati rute yang nyaris tidak akan ketemu kendaraan roda 4.
Minggu 4 September 2011, sebanyak 5 orang penyuka sepeda gunung mencoba mendatangi kampung Jawa . Sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota. Rute terseebut kami pilih untuk menghindari pertemuan dengan pengguna jalan bermotor lainnya yang memang masih dalam suasana pulang balik lebaran 2011.
Lumayan setelah vakum dari aktifitas bersepeda selama satu bulan . rute ke kampung jawa melewati kota bukit indah pada rute pulangnya merupakan awal yang baik untuk kegiatan bersepeda .
Minggu, 04 September 2011
Ke (kampung) Jawa lewat (cikao )Bandung
Berawal dari menyebeberang sungai citarum di kampung Talibaju, saya sudah bisa menemui beberapa orang kampung jawa tersebut yang kebetulan juga menyeberang. Penyeberangan dengan perahu tanpa mesin tersebut menjadi jalan terpendek untuk menuju "dunia luar". Memang beberapa penduduk yang saya temui masih menggunakan bahasa jawa. Luar biasa mereka bisa bertahan dilokasi yang cukup terisolasi.Di penyeberangan kampung Talibaju kita cukup membayar 2 ribu sekali menyeberang , sudah termasuk sepeda yang kita bawa
Jalan memang menanjak dan berbatu . Biasalah Jalan kampung memang seperti itu. Kanan dan kiri pohon pohon masih rindang walaupun perlahan pohon kayu yang ada mulai tergantikan dengan tanaman bambu.
Aktifitas pengambilan kayu bisa kita rasakan disini. Dimulut kampung bisa kita temui pembuat kusen dengan bahan bahan yang sepertinya bisa diambil dari sekitar rumah mereka. Satu , dua potong kayu yang sudah berbentuk persegi juga bisa kita temui tergeletak di pinggir pinggir jalan.
Menggowes menaklukkan rute ke kampung jawa memang wajib diulang . Pada saat udara tidak terasa panas seperti saat ini, melewati rute ini pasti lebih menarik. Rute ini bisa kita buat panjang dengan mengambil jalan ke arah kampung Nerogtog. kampung Nerogtog adalah nama kampung yang sepertinya sudah ada sebelum republik ini berdiri.
melewati rute ini harus berbekal recovery kit dan pengat tubuh . Sepanjang trek lebih dari 30 km dengan jalan berbatu ini jarang ada warung. salah satu warung yang menyediakan air minum dan makanan ada di kampung Cilele. Adapun tukang tambal ban dapat kita temui di kampung Nerogtog.
Minggu, 24 Juli 2011
Berkunjung ke Perpustakaan Daerah
gedung perpustakaan daerah Purwakarta
Hari Minggu ini saya ketinggalan gowes ke curug. Saya juga belum jelas curug yang mana yang mau dituju teman teman .Nama Curug yang berarti air terjun lumayan banyak di Purwakarta ini. namun yang paling sering di artikan adalah Pintu Air Disungai Citarum dekat desa Mulya sejati.
Disamping teman teman berangkatnya kepagian (kira kira jam 7 pagi harus ngumpul ) saya juga belum fit setelah terkena batuk .
Saya Akhirnya mengunjungi perpustakaan daerah yang berada digedung barunya. Lokasi perpustaan daerah Purwakarta ini termasuk di lokasi kelas satu atau masuk lokasi paling elit. Menempati bekas gedung kembar , berada tidak jauh dari stasiun Purwakarta, saya acung jempol untuk pemberian gedung baru perpustakaan ini. Benar benar Briliant.
Yang paling menyenangkan dari suasana perpustakaan adalah banyaknya anak 2 usia sekolah yang menjadi pengunjung perpuskaan ini. Saya sengaja memarkir sepeda disebelah gedung yang memang diperuntukan untuk para pengunjung Perpus.
Perpus ini dilengkapi hot spot. Buka 7 hari seminggu . Beruntung sekali kita punya perpus sebagus ini.
Pulang dari perpus , saya gowes menyusuri jalan Jenderal Sudirman , melihat lihat penjual batu aji, dan saya sempatkan memasang batu cincin yang saya olah dari batu yang saya cari di sungai Ciherang Purwakarta.
Minggu, 19 Juni 2011
Melintasi Sukajadi -Ciherang

Jalan terputus antara ke dua desa tersebut. Satu satunya jalan yang tersedia hanyalah jalan memutar yang jaraknya 3 kali dibandingkan jika menggunakan jalan pintas. Jalan pintas tersebut lumayan menyenangkan bagi pesepeda yang mencari jalan jalur sempit (single Track).
Jalur ini memang menjanjikan pengalaman bersepeda yang unik. Betapa tidak, kita akan melewati jalan bebatu dan menanjak pendek kurang dari 200 meter pada setiap ruas tanjakannya. Tanjakan seperi ini tidak lah sulit namun kategori tanjakan di daerah pinggiran purwakarta ini adalah berelevasi yang memaksa pesepeda menurunkan rasio gearnya.
Melewati Desa Parakan Lima , kendaraan bermotor yang kita temui relative sedikit, bahkan ketika sungai Ciherang sudah dapat kita lihat di sebelah kiri jalan dengan jarak kurang dari 100 meter maka rimbuna hutan bamboo dikanan jalan menyediakan oksigen segar yang segera dapat menambah kjesegaran tubuh kita.
Ide awal untuk melintas rute ini adalah ketika saya melihat di situs wikimapia, bahwa antara desa ciherang dan sukajadi itu ada jembatan gantung diatas sungai ciherang. Yang kedua adalah kenyataan bahwa saya belum pernah bisa menyelesaikan tanjakan gulampok . Dari Desa Sukajadi tanjakan gulampok memang tampak menantang.
Bukit Pasir Muncang berpohon bambu dan memiliki jalur setapak memberikan pengalaman berbeda ketika kami melewatinya. Walaupun bukit Pasir Muncang tersebut kecil, saya rasa tidak ada kendaraan bernotor yang dapat lewat. Sudut tanjakan jalannya dibuat hanya untuk lewat orang.
Kamipun semua turun dari sepeda untuk menuruni bukit itu. Kalau jalan setapak ini dibuat melingkar mungkin jalur ini bias digowes/ gowesable .
Beberapa pemandangan indah yang dapat kita peroleh saat melewati rute ini adalah :
1. Jembatan kereta Cisalada
2. Jembatan kayu desa sukajadi
3. Anak anak sungai Ciherang
Selesai melewati jembatan gantung, acara nuntun sepeda masih berlanjut karena , jalan seolah terhenti disitu. Jalan yang semestinya tidak dilewati karena becek. Terpaksa kami menuntun lagi sepeda untuk sampai didesa Ciherang. Selesai jalan dipematang sawah, akhirnya dengan menggowes melewati jalan bebatu dan menanjak kurang lebih 200 meter kami mencapai jalan aspal dan terus menggowes sampai Pasawahan .
Minggu, 12 Juni 2011
Fun Bike Ultah Purwakarta
Satu dari Fun Bike ini yang saya suka adalah tampilnya band lokal yang bernama Santri Band. Santri Band ini dimotori seorang gadis sebagai pembetot bas .
Namun ada juga yang saya benci dari acara kolosal kaya begini. Harga minuman dan makanan mencekik leher.
Untuk Fun Bike kali ini saya memakai sepeda 20 " follow me yang cukup nyaman. lumayan bisa ikut rombongan besar pesepeda , jadi tidak tertinggal walaupun sebelumnya sempat khawatir akan ketinggalan. Masalah setingan roda belakang yang belum sempurna membuathampir mendorong sepeda kecil ini . Terasa ada yang macet di belakang. Saya mulai di derek oleh ucup teman saya dari mulai depan kantor Partai Golkar sampai Pasar Senin Purwakarta. Setelah turunan , mendadak sepeda normal kembali dan bisa digowes sampai rumah.
Senin, 30 Mei 2011
Sibe Sail Teman Night Riding
Lampu untuk sepeda yang murah dan sangat bermanfaat untuk membantu bersepeda pada malam hari. lampu sepeda sibe sail ini cukup murah , dapat kita bawa pulang dengan mengeluarkan uang tidak lebih dari 40 ribu rupiah. Makin pandai menawar makin rendah harga yang kita peroleh.
lampu jenis ini saya pakai karena untuk bike to work saya harus melewati dua tanjakan . Tanjakan cimaung yang lumayan panjang , agak merepotkan kalau saya harus memakai lampu yang ditenagai dengan dinamo engkol cap gajah andalan saya. Sebagai solusi, saya padukan lampu sibe Sail tersebut dengan batteray rechargeable merk shinyoku. Bukan bermaksud berpromosi, hanya sebagai panduan saja jika ada yang berminat memakai lampu sepeda tipe itu.
Batteray yang bisa di isi ulang dayannya tersebut saya pilih supaya tidak banyak uang yang harus saya keluarkan untuk bersepeda malam hari. Kembali kepda harga batteray shinyoku, hanya kurang dari 20 ribu untuk tiga buah batteray ukuran AA dengan daya 1,2 V ; 1200 ma . cukup untuk seminggu sekali isi ulang untuk dipakai pada jarak 6 km / hari . Sebenarnya bisa lebih dari itu, saya sudah hampir 2 minggu belum isi ulang lagi . Lampu Sibe Sail yang memakai lampu led yang sudah teruji hemat daya mungkin salah satu sebabnya.
Kalau boleh mengatakan lampu ini masih menyisakan sedikit tantangan dengan cara buka dan tutup batteray . Rentan rusak , karena bukanya seperti dipatahkan casingnya.
Minggu, 24 April 2011
Pantai Wisata Tanjung pakis

Pantai wisata Tanjung Pakis berada di wilayah Kabupaten Karawang. Berada diujung . benar benar ujung . berbatasan dengan kabupaten bekasi dan wilayah DKI jakarta. jarang dari tempat saya, Pantai Wisata tanjung Pakis jaraknya kira kira 100 km.
Saya berangkat dari Purwakarta jam 7 pagi. perlengkapan sepeda komplit saya bawa. Bagasi yang baru saja saya rakit, Tas yang saya pinjam dari istri saya, segala perlengkapan mandi saya bawa juga. Saya disertai pak Edi, pak Nana dan Mas Ali.
Hambatan dalam perjalanan ini ada 2 : Angin yang kencang dan panas yang sangat terik. Maklum saya mulai melewati daerah Rengas Dengklok ketika waktu duhur sudah tiba. Saya benar benar menghabiskan berliter liter air untuk melewati jalan ini.
Jalan ke Tanjung Pakis ini benar benar unik, dimana jalan dari Rengas Dengklok tersebut benar benar hanya berakhir di pantai ini. Saya belum punya data yang pasti, tapi seolah olah jalan ini adalah jalan menuju titik landing kabel laut milik PT Telkom . Memang mendekati daerah pantai , kami mendapati 2 buah kantor milik perusahaan telekomonikasi tersebut. PT Telkom dan PT Indosat.
Selain dua kantor tersebut, ada dua objek yang bisa kita singgahi yaitu candi Jiwa di batu jaya dan Candi Blandongan .
Sepanjang jalan petunjuk candi Jiwa terus bisa kita temui. Hanya sayang petunjuk lokasi Pantai wisata Tanjung Pakis tidak Menyertakan jarak yang tersisa.
Pantai Tanjung Pakis Cukup menarik. Pantainya bersih dan pedagang di sini ramah ramah. salah satunya rumah makan pak Bulak. saya berterima kasih karena beliau mengijinkan kami menginap di warung ikan bakarnya.
Rabu, 13 April 2011
Bagasi MTB

Ini bagasi MTB pertama yang saya rakit. Saya menggunakan kata rakit karena belum berani menggunakan kata craft. Bagasi ini sudah lama saya fikirkan. Saya termasuk menyukai bersepeda jarak jauh dengan membawa beberapa keperluan yang bisa diangkut dengan sepeda. Mau tidak mau bagasi harus kita instal pada kendarran masa depan bernama Sepeda.
Unsur utama dari bagasi ini hanyalah sebuah stem bekas sepeda anak tang mempunyai kemampuan untuk menjepit mendekati diameter seat post. dengan sedikit ketrampilan dan usaha , clam dapat kita sambung dengan sebuah batang besi yang digunakan sebagai rangka utama . Dengan pengorbanan sedikit , saya korbankan bagasi sepeda lama untuk disatukan dengan rangka yang dilengkapi dengan clam .Jadilah Bagasi MTB sederhana .
Bahan bahan yang dipakai untuk merakit bagasi ini:
. Stem bekas Sepeda dengan 4 lubang
. besi profil 30-40 cm
. boncengan bekas.
. biaya pengelasan 25 rb (tergantung nego)
. penyesuaian diameter clam dengan seatpost/proses gurinda
Restorasi Hampir Selesai

Satu demi satu komponen sepeda 20" sudah saya pasang kembali. Dua buah roda dengan balutan produk lokal, Swallow. Ban dalam Kingland . Untuk gear belakang saya menggunakan merk GIONG yang sudah akrab di mata saya.Biasanya Giong itu tercetak pada operan belakan dan depan . Kalau untuk gear depan saya belum pernah melihat. Paling yang sering saya lihat merk dotek .
Okelah kita teruskan rantai lengkap dengan pedal dan komponen rem juga sudah selesai saya pasangkan. semua sudah hampir lengkap. tinggal spak board depan yang belum nemu. untuk boncengan ukuran 20 yang OEM sudah saya dapatkan dari simpanan sebuah bengkel di daerah Cigalugur. Jadilah anak anak gang satu persatu mencoba sepeda ini.
Kamis, 31 Maret 2011
Tertinggal Patas

Usaha untuk membawa sepeda siputih ke Jakarta perlu sedikit perjuangan . Semula saya sudah merencanakan menggunakan kereta api patas Purwakarta - Tanjung Priok yang berangkat pukul 12: 30 siang. Ternyata jadual tersebut salah saya persepsikan . Saya mengira kereta berangakt pukul 01:00. Maklum waktu itu saya bertanya kepada seseorang didalam kereta yang sedang berjalan.
Menggowes sepeda dengan sedikit beban dipunggung dari rumah saya ternyata membuat saya tertinggal 5 menit dari kereta Patas. saya tiba di Stasiun pukul 12: 35 PM , . semula saya yakin saya belum ketinggalan kereta karena diStasiun masih ramai calon penumpang. Biasanya kalau keadaan stasiun masih ramai, kereta yang mereka tunggu belum tiba. Ditambah lagi masih banyaknya angkot yang parkir seolah menunggu kereta yang akan tiba.
Tiba di Stasiun saya langsung bertanya tentang kereta Patas, ternyata kereta baru saja berangkat. Nafas masih belum tenang , sedikit kecewa melanda hati saya. Namun saya berjajni rencana gowes dari jakarta ke Purwakarta tidak boleh gagal.
Sepeda kembali saya gowes keluar areal Stasiun Purwakarta , berharap masih ada Bus yang bisa membawa saya ke Jakarta siang ini.
Beruntung masih ada bus dari Sadang ke jakarta / tanjung priok 1 jam lagi. Saya segera lepas ban depan sepeda. Tiang sadel saya lepas pula. Handle bar saya sesuaikan .
Bus Mercedes Benz dengan bagasi disamping terbukti muat untuk dijejali MTB dengan kondisi ban depan dilepas. Hanya dengan tambahan biaya sedikit dari tiket reguler. Siputih Speda MTBku bisa sampai Jakarta.
Selasa, 29 Maret 2011
Ditempel Gelisah, Didahului Panas
Sewajarnya kita tidak terlalu dekat mengikuti pesepeda lain atau main selongng saja, lewat tanpa permisi atau say hallo.
Senin, 28 Maret 2011
Merapat di Monumen Karawang Bekasi

Lepas dari jembatan kuning, saya menyusuri jalan disebelah kanan rel kereta api. saya nikmati tiap putaran roda. Jalan kecil ini sangat nyaman untuk bersepeda. Tidak ada keramaian pengendara alat transportasi lain yang biasanya padat dihari libur kerja atau akhir pekan .
Tak terasa pusat kota telah saya lewati ketika pasar Johar Karwang sudah berada di belakang roda sepeda putihku. Kawasan yang dulu selalu menjadi titik macet lalu lintas karawang kini sudah sepi. Bioskop 123 sudah lama suram. Yang terlihat hanya sisa sisa pertempuran pemodal besar dan ekonomi rakyat yang kekalahannya menjadi kelihatan pasti.Setelah melewati lampu pengatur lalu lintas , nampaklah kemunduran kawasan ini. banyak toko toko tidak buka lagi. hanya sebagian kecil saja yang bertahan. Kekuatan pemodal besar terus mengalahkan pemodal kecil . Tak terasa sampailah aku pada sebuah monumen peristiwa Karawang Bekasi. Sebuah wujud yang menggambarkan dua pejuang berdiri dan tiarap . Tidak tertulis nama pejuang itu. Hanya puisi ciptaan Chairil Anwar tertulis disana
Minggu, 27 Maret 2011
Bojong

Stasiun Bojong terlihat sangat sepi. Rupanya kereta lokal tidak diberangkatkan hari ini. Biasanya untuk menghindari kerusakan gerbong kereta api, kereta api tidak diberangkatkan pada hari - hari ada pertandingan sepak bola.
Perbuatan sebagian orang yang tidak bertanggung jawab telah mengakibatkan kerugian PT. KAI dimasa lalu menyebabkan perusahaan pelat merah ini mensiasati dengan cara membatalkan jadual perjalanan kereta lokal.
Puas berhenti di Stasiun Bojong , saya lanjutkan perjalanan menuju Purwakarta . Tujuan saya berikutnya mengambil beberapa gambar di sekitar jembatan kuning sungai Citarum. Jadilah saya berhenti Pasar Bojongsari. ya pasar tradisional Bojongsari dipinggir sungai citarum , dan disisi jalan kereta api. ,
Sayang sekali sekitar jembatan kuning , maaf bau jengkol, bau petai
Solo Trip Tanjung Priok -Purwakarta
Berangkat dari jalan raya pelabuhan sekitar jam 06: 15 AM , perut belum terisi nasi maka bertekat gowes sampai kota bekasi untuk sarapan pagi disana.

Sampai kanal timur saya berhenti sebentar untuk membetulkan posisi tas punggung yang mulai bergeser dari penyetelan awal.
Jalan raya Bekasi, pagi itu masih terasa sejuk, udara yang berawan sangat saya sukai . Matahari yang tertutup awan membuat panasnya tidak begitu menerpa kulit. Sepanjang jalan raya Bekasi ke arah Jakarta benyak pesepeda, sedangkan yang ke arah sebaliknya atau searah dengan perjalanan saya hanya sekali saya jumpai sekelompok pesepeda. Rupanya hari itu adalah hari bebas bersepeda dikota bekasi untuk jalan A. Yani. Disekitar GOR memang banyak pesepeda lalu lalang.
Sarapan pagi baru saya nikmati di sebuah warung Tegal sekitar Terminal Utama Bekasi. Lumayan bersahabat , nasi dan teh manis , dadar telur, orek tempe hanya 8.000 rupiah saja. Momentum paling saya tunggu ketika saya melintas di gedong Juang. Gedong juang memiliki cerita yang panjang.Gedung ini, menjadi sakti sejarah perjalanan bangsa Indonesia tercinta.

Pagi pagi di hari minggu gedong juang penuh aktifitas. Puluhan anak anak muda berlatih bela diri . Saya meminta ijin petugas di pintu untuk melihat lihat gedung yang selalu kelihatan dari lintasan kereta api Stasiun Tambun . Bersambung....
Minggu, 20 Maret 2011
Saya Menyerah
Seorang Teman yang bisa menasang jari jari sudah mengambil perlatan selengkapnya untuk dirakit menjadi sepasang roda yang kokoh. Tidak luopa saya siapkan ban swallow ukuran 20 x 2.125 tipe pasul dan berstripe orange.
Proyek Baru

Sebuah pekerjaan yang saya samakan dengan proyek pembangunan. Eh kebesaran nulisnya. Memang ini pembangunan kembali sebuah sepeda ukuran 20 inch . Sepeda ukuran itu pernah saya pakai bersepeda ketika SMP dulu. Sebuah sepeda mini Chiyoda kalo tidak salah ingat merknya. Berwarna merah, Bapak Yang membelikan ketika sudah beralih dari SD ke SMP. Memang waktu itu keren sekali , sekolah pakai sepeda mini. Sepeda itu sudah ga ada lagi. Terbayang kenangan masa kecil dulu membuat saya melirik tiap ada sepeda sejenis yang melintas.
Untung saya raih . Sebuah rangka sepeda mini warna hijau merk follow Me Made In Taiwan tergeletak merana dilantai sebuah bengkel sepeda. Setelah beberapa kali saya tanyakan , hati sang pemiliknya luluh juga. Beberapa kali negosiasi, Rangka tang masih melekat padanya Chainring, stang, rantai dan tiang sadel. saya dapatkan seharga Rp. 45.000. entah murah entah kemahalan , yang penting saya suka bentuk rangkanya.Down tube tunggal. Servo brake tipe . Pas dengan style sepeda tempo dulu.
Sabtu, 12 Maret 2011
Rabu, 09 Maret 2011
Wanayasa Memang Kota Penting
Sepanjang kanan dan kiri jalan di desa Sakambang sampai Cihanjawar trus nyambung Desa Pasanggrahan bahkan sampai di Cikeris tanaman cengkeh tumbuh menjulang ke atas. Bisa dibayangkan ketika cengkeh lagi mahal mahalnya tentu masyarakat disini ikut ketiban berkahnya. Memang saya tidak sempat mengambil gambar rimbunya pohon pohon cengkeh yang tumbuh subur disini . Mungkin lain waktu saya sempatkan gowes ke sini dan ambil gambarnya. kalau saja saya jumpai pohon tembakau di sini sudah lengkaplah tinggal gulung uda jadi rokok.
Senin, 07 Maret 2011
Cihanjawar - Pasanggrahan

Kedua desa ini ada di ujung kabupaten Purwakarta. Kedua desa ini ada di lereng pegunungan Burangrang . berada di Ketinggian 900 mdpl sangat menantang untuk didatangi.Berbekal info dari Wikimapia tentang lokasi kedua desa itu berada maka kami bulatkan tekad untuk sampai kesana.
Jalan yang kami ambil adalah jalan terusan Kapten Halim melewati Pasawahan , Pondok Salam , Sukadami, Legokhuni, Wanasari , Wanayasa dan seterunya belok ke kanan melewi Cibuntu.
Suhu terasa sejuk ketika ketinggian sudah mencapai 600 mdpl di sekitar desa legokhuni. Udara yang sejuk ini cukup mengibur , karena tanjakan panjang sudah berakhir. tanjakan setinggi 400 meter sudah berahasil kami lalui. Terus terang saja kami baru bisa bertahan di interval 300 meter saja. kami beri kesempatan menyegarkan otot otot yang sudah mulai menegang. saya sendiri cukup puas dengan tambahan 100 meter dari sebelumnya hanya bisa mencapai perbedaan ketinggan 200 meter untuk satu tanjakan tanpa henti. di rute ini kami bisa naik kelas ke 300 meter .
Dari Wanayasa ke Pasanggrahan melewati jalan bersebelahan dengan pondok pesantren Al-hikam kami terus naik samapi kehabisan bekal air minum. matahari yang sudah hampir ditengah cakrawala membuat kulit kami makin hitam dan memaksa kami berhenti di ketinggian 750 mdpl. Sekalian makan dan sholat dluhur kami berhenti di Desa Sakambang. Jalan Desa ini cukup halus, bergantian antara jalan aspal dan jalan berbahan semen . Disi kanan jalan, suara air sungai sangat menggoda kami untuk berhenti dan menceburkan diri ke dalamnya. Disebelah kiri jalan , lereng dengan padi menguning siap panen serta beberapa tanaman sayuran sangat indah dan sayang kalau dilupakan.
Sungguh pembangunan yang dilakukan tidak sia sia, jalan desa ini buktinya, halus dan mulus. kami terus naik menyusuri jalan dengan tumbuhan pohon teh disisi kanan dan kiri jalan. Titik terakhir tanjakan ternyata bersebelahan dengan sebuah pemakaman desa. setelah itu tanjakan berakhir. GPS menunjuk angka 900 mdpl. sebelah kiri kantor desa Cihanjawar, sebelah kanan kantor desa Pasanggrahan .
Kami memilih kantor desa Pasanggrahan dan terus mengikuti jalan menuju Cikeris dan kembali ke Wanayasa, menyusuri jalan menurun ke Purwakarta.
Minggu, 27 Februari 2011
Cangkilung Berlari Juga
Menyenangkan sekali bisa bersepeda dengan nyaman . Cangkilung boleh juga tuh grup sepeda . pantaslah Bandung berharap bisa memecahkan rekor MURI , 100.000 pesepeda tumpah disini. Walau yang terkumpul kurang dari setengahnya. Namun itu sudah mengambarkan bahwa Bandung memang Kota Sepeda.
Berpacu dengan Komet
Sudah beberapa kilo dari Banjaran belum juga ketemu pesepeda yang akan ikut acara Bandung Lautan Sepeda. harapan muncul ketika dari kejauhan seotrang pesepeda dengan baju yang berpendar di punggungnya. Saya berusaha mendekati Pesepeda itu. eh ternyata laju sepeda beliau lumayan cepat. Saya hampir menghabiskan seluruhgigi gear untuk menyusulnya. Pantas saja lajunya cepat , setelah jarak yang memungkinkan saya membaca tulisan dipunggungnya, barulah saya mengerti kenapa lama sekali saya bisa menyusulnya. Rupanya Komet dari Bandung Selatan yang saya uber . Menyadari ada yang mendekatinya , Sikomet melirik sebuah kaca Spion yang tergantung di sisi kanan handle bar. segera saja sepeda berwarna merah , dengan sock depan rigid melesat dan menjauh . Halah , saya ga mau balapan kok cuma mau nanya star Fun Bike jam berapa? Dasar komet maunya lari aja.
Minggu, 20 Februari 2011
MTB Kelas 200m

saya belum menemukan kategori medan tanjakan yang ada di Purwakarta. namun selelah lama mengukur ukur tanjakan yang ada di jalur sepedahan , ternyata kelas kami hanyalah kelas 200 meter. Mengapa begitu? ternyata setinggi tinggi kami menanjak , eh ternyata hanya 200 meter saja. Rute kembali dari Kamopung Berecek melewati sebuah gunung yang memiliki rute menanjak dan berbelok belok di daerah Plered berdekatan dengan Gunung Kecapi , pada titik tanjakan tertingginya berkedudukan 290 m dpl . ya apa mau dikata , hanya itulah yang ada. MTB kelas 200 meter.
Batu Karut

nama batu karut ini saya dapatkan ketika mencari lokasi yang cocok buat sepedahan dari wikimapia. Ketemulah saya dengan lokasi panjat tebing Batu Karut / rock climbing . Persiapan rute dapat kami lakukan sesingkat mungkin dengan mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya mengenai Batu Karut.
Tidak banyak yang tahu , atau bisa saya katakan dari sekian orang yang saya tanyai hanya 1 orang yang tahu . bahkan penduduk yang bertempat tinggal dikampung bersebelahan dengan lokasi batu karut tidak dapat memberikan informasi yang cukup untuk menemukan lokasinya. Beruntung saya telah mencatat koordinatnya dari wikimapia sehingga titik yang kami tuju bisa dengan tepat 100% kami tandai di GPS kami.

Menempuh jarak yang hanya 20 km saja dari rumah kami. Batu karut berada di kampung Berecek . Sebuah kampung dipinggiran waduk jatiluhur , namun sekaligus berada pada kaki sebuah bukit di gugusan gunung Cilalawi. Untuk mencapai Kampung Berecek , kami harus melalui jalan tanah , makadam kasar , menyeberang sungai lewat jembatan bambu yang mirip dengan jembatan di daerah Nawit. lepas dari jembatan gantung, kami harus mendaki bukit bukit kecil berpohon bambu di sepanjang tepian waduk jatiluhur. setelah sekian jam menggowes, maka ketika hampir dluhur, kami sampai dilokasi batu karut. Ternyata dibatu karut kami tidak menemukan komunitas panjat tebing yang sedang berlatih . yang kami temukan tetap saja menggemar pancing.
Kamis, 17 Februari 2011
Warung Warung yang Ramah

Bersepeda menyusuri kampung kampung jangan takut ketemu warung yang harganya mencekik. sepanjang gowes ke Situ Cibayat, setidaknya ada 5 warung yang kami kunjungi. warung Minuman dan jajanan di tepi sungai Citarum Cikaobandung, warung di ujung tanjakan kampung ciputat, warung di desa kutamanah, warung kecil dikampung cikareo bandung dan warung nasi di tepi situ Cibayat. Warung di tepi sungai citarum memberi kami pinjaman kunci / obeng yang kami perlukan untuk penyetelan rem sepeda. warung di kutamanah memberi harga yang murah. Sebuah pisang goreng yang enak masih dihargai Rp. 500 ,- rupiah. Warung di tepi situ cibayat memberi kami all we can eat. makan nasi sepuasnya dengan lauk ikan bandeng goreng yang utuh langkap dengan sambel dan lalap hanya Rp. 6. 000,- per orang. Wah sudah kenyang karena beberapa kali nambah. Sungguh sepanjang jalur sepeda Purwakarta - karawang lewat Dam / tanggul jatiluhur , uang kami masih bermakna.
Selasa, 15 Februari 2011
Gunung Cibayat

Sebuah bukit atau gunung kecil bernama gunung Cibayat masih hijau dipenuhi pepohonan. Kalau dari peta , Gunung Cibayat ini tidak kelihatan namanya. Dari gunung Cibayat itulah sumber air yangkemudian ditampung dalam bendungan kecil bernama situ Cibayat. Penduduk yang tinggal ditepi situ tersebut menuturkan bahwa air situ cibayat berasal dari sebuah mata air yang tidak berhenti mengeluarkan air walau musim kemarau sekalipun . Sumber air yang jernih dan dingin tersebut juga dialirkan ke rumah rumah penduduk. sebuah kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Disebuah Masjid di tepi jalan seberang Situ Cibayat , kami mencicipi sejuknya air dari gunung cibayat. Tanpa pengolahan , air langsung tampung di bak dan disediakan kran untuk keperluan pemanfaatan air.
Dahulu ketika pohon digunung cibayat masih besar besar, debit airnya lebih besar lagi. Namun dari kejauhan memang pohon pohon besar sudah jarang kelihatan . Pohon kayu nampaknya sudah terdesak oleh populasi bambu . Ya walaupun hanya bambu asal lestari juga bermanfaat untuk kelestarian air.
Rumah makan tempat kami mengisi perut kami yang dimiliki oleh penduduk desa cibayat menuturkan bahwa sumber air situ cibatat bisa dimanfaatkan untuk memanjakan diri dengan berendam. Airnya dingin walau siang hari. Letak Mata air tersebut berada dibawah tiga pohon kelapa yang berjajar dan bisa dilihat dari tepi Situ. Jarak untuk mencapai sumber air tersebut adalah 2 km menurut pemilik warung . Kalau tidak khawatir akan keamanan tubuh , hampir saja saya masukkan air dari bak penampung kedalam bidon . Situ Cibayat, kami masih ingin kembali.
Minggu, 13 Februari 2011
Inspeksi Ke Situ Cibayat

walah, tinggi amat bahasanya, ya kami memang sudah lama pengin melintasi jalur ini. Jalur Purwakarta Karawang melewati Dam Jatiluhur. Situ Cibayat baru saya temukan ketika mencari cari rute seputar Karawang. langsung saja persiapan dimulai dengan terlebih dahulu mengukur jarak tempuh . Setelah menimbang bahwa rute ini bisa kami gowes, maka hari minggu kemari kami berlima berangkat dari Situ Buleud. Ya gowes Situ Buleud - Situ Cibayat.

Pukul 8: 30 pagi kami berangkat dari Situ buleud dan terus menggowes sampai desa Cikao Bandung. Di warung dan tempat minum kopi dan minuman lainnya ini kami konsolodsi dan pengecekan kondisi sepeda , barangkali ada tekanan iangin yang dirasa kurang atau penyetelan rem yang kurang pakem kami periksa di warung ini. Ketinggian di lokasi pinggir sungai citarum ini sekitar 60 m dpl.
Usai minum dan mengisi persediaan air serta pemeriksaan sepeda kami lanjutkan gowes menuju titik akhir tanjakan kampung Ciputat . Panjang rute menanjak desa cikao Bandung ke Kampung Ciputat kurang lebih 5 km. Pada saat kami mencapai lokasi terakhir tanjakan , ketinggian pada GPS menunjukan angka 260 m dpl, berarti jarak 5 km tadi membawa kami naik setinggi 200 meter. lumayan untuk sebuah tanjakan . Perbedaan ketinggian tersebut setara dengan perbedaan ketinggian Purwakarta kawasan Ranca darah. hanya saja , Tanjakan ciputat ini lebih terjal.
Melewati Desa Kutamanah sampai Dam Jatiluhur, jalan relative menurun. hanya saja kondisi jalan bergelombang . harus ekstra hati hati jika tidak ingin terlempar dari sadel .
Dam Jatiluhur yang panas tetap saja tidak menyurutkan para menyuka kegiatan mancing . ditepi tepi danau bertebaran payung payung peneduh yang mebuat pemancing bertahan dari terpaan sinar matahari. Lokasi Dam Jatiluhur diujung barat ini berada dibawah naungan gunung lesung dan gunung Karadag. Kami mengowes melintas Dam dan menyusur kaki gunung Lesung. Jalanan yang naik turun menguju kesabaran kami melintasi rute ini.
Melewati kaki gunung lesung ini, sampailah kami pada sebuah sungai kecil dengan pohon mangga dibawahnya, saya sempat mencuci muka di sungai yang berair bening tersebut. Dari sungai ini , situ cibayat menyisakan jarak 1 km saja.
selepas adzan dhulur kami tiba di situ Cibiyat.
Senin, 07 Februari 2011
Gowes Dadakan Subang Cijambe
Ada beberapa teman dari jakarta yang kebetulan berada di Subang hari itu dan ingin jalan jalan pakai sepeda. Jadilah gowes Subang-Cijambe. Jalur subang Cijambe hanyalah berjarak sejauh 9-10 km atau bahkan hanya 8 km, namun jalur ini menanjak sejak dari lampu merah .
tanjakan pertama memang cukup panjang melewati kawasan hutan Rangga wulung. Hutan rangga wulung ini biasanya dipakai beraktifitas pehobi olah raga otomotive atau digunakan tempat berkemah. Lumayan untuk mengukur kesabaran kita menghadapi tanjakan.Jarak sedekat itu saya selesaikan kurang lebih 1 jam. Memang pelan karena Subang Cijambe hampir tidak ada turunan kecuali 2 turunan saja. hanya sedikit jalan datar , selebihnya tanjakan melulu. Lumayanlah untuk selingan Subang Cijambe bolak balik dan keliling kota subang.
Selasa, 25 Januari 2011
Kartu Anggota atau Lisensi
Minggu, 23 Januari 2011
Bersepeda Bersama, semua ngumpul di sini
Mapai Tanjung Garut Cijunti

Tanjug Garut sebenarnya sering kami lalui, hanya saja kami tidak secara khusus menjadikan tempat tersebut sebagai tujuan bersepeda. Biasanya kami lebih suka menyebutnya bersepeda ke cijunti nembus ke Cikopo.Oleh karena itu ketika pengcab ISSI Purwakarta mengundang klub klub sepeda di Purwakarta dalam rangka memilih ketua dan jajaran pengurus ISSI purwakarta saya menyambutnya dengan gembira. Peserta yang ikut lumayan banyak lebih dari 50 orang. Jumlah tersebut merupakan core dari pesepeda purwakarta. Boleh saya katakan demikian karena ya mereka mereka inilah yang meramaikan jagat persepedaan dipurwakarta.
Rute Tanjung Garut saat ini merupakan rute 100% jalan rata atau jalan raya , beberapa Tanjakan kecil/ pendek kita jumpai dalam rute ini. Perkebunan karet yang masuk wilayah Cikumpay merupakan daya tarik rute uni. Jika kita mau kita bisa seharian menelusuri jalan setapak yang ada didalam kebun karet tersebut.
Walau ini rute fun saja, saya cukup kerepotan mengikuti poloton yang meningkatkan kecepatan begitu memasuki daerah cibungur. Saya relakan tertinggal dari rombongan . Yang penting asal nepi.
Jam 11 siang saya kembali ke titik star dan finish di show room sentosa motor.
Pemilihan ketua ISSI Purwakarta dijabat bapak Sena nelsen Rusli dan wakil ketua Bp H. Dayat. semoga formasi yang dikomandoi tokoh persepedaan purwakarta ini mampu membawa kemajuan olah raga bersepeda di Purwakarta.
Rabu, 12 Januari 2011
Repaint Frame Trek Alpha
Saya putuskan mengupas semua cat yang menempel . saya relakan cat dari pabriknya waterloo sana . entah sebenarnya frame ini buatan mana saya juga tidak faham .hanya kata orang orang frame yang saya pakai itu frame generik atau bajakan . Biarlah yang penting bisa gowes dan selamat di perjalanan saja.
Usai pengupasan tidak langsung saya beri warna baru. menunggu inspirasi warna apa yang benar benar pas dihati saya.
Terus terang saya tertarik dengan warna sepeda polygon merah putih dan United dominate putih maka saya semprot frame trek tersebut menjadi warna putih dengan sedikit warna hitam pada seat stay.
4 kaleng cat semprot terdiri dari 2 kaleng warna pulih @ 300 ml dan satu kaleng warna hitam dan satu kaleng warna bening.
saya mempercayakan pada teman gowes saya yang sudah berpengalaman dalam urusan memberi warna frame sepeda.
Rabu malam jam sembilan frame telah saya terima kembali.Trek Alpha 4500 lahir kembali .
Selasa, 11 Januari 2011
Magnet Baru Bersepeda
Beberapa orang dengan sepeda lipat, duduk duduk di trotoar jalan sambil menikmati hidangan pagi yang di jual dia lokasi Situ Buleud. Sementara sejumlah yang lain masih berlari lari dan ada yang berjalan mengelilingi danau kecil itu. Para penggiat olah raga bersepeda lainnya pun masih mengayuh pedalnya mengelilingi jalan melingkar mengikuti bentuk Situ Buleud. Dari penglihatan saya , jumlah pengunjung di area bebas kendaraan bermotor ini sudah lebih banyak dari minggu sebelumnya. Semoga kawasan Situ Buleud bisa kembali sebagai tempat olah raga seperti dulu, tanpa terganggu alat transportasi lainnya. Biasanya pada saat libur , anak 2 muda dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi juga nongkrong di sini. kalau sekedar nongkrong tidak mengapa, namun jika motor mereka yang rata rata berisik suaranya sudah dipacu di lokasi melingkar ini tentu tidak nyaman . Untung sekali kawasan ini sudah menyediakan jalur bebas kendaraan bermotor . Terima kasih kepada jajaran pemerintahan di Purwakarta . Semoga ini dapat dipertahankan.
Senin, 10 Januari 2011
Memimpikan Seli
Ga Punya seli ga patah semangat juga untuk bisa membawa bawa sepeda kemana kita pergi. Di rumah ada BMX United punya anak saya yang paling besar , sekali waktu bisa saya pinjam. Beberapa perawatan sudah saya mulai untuk membawa BMX ini bisa nyaman dibawa jalan jauh. Kampas rem sudah saya ganti dengan yang baru, tidak lupa seat post dan sadle juga saya ganti yang baru. Bawaan dari pabrik , setelah sekian lama dipakai sudah harus diperbarui.
Sistem Penggerak saya perhatikan juga, Gear depan yang lumayan besar , cukup berat digowes dijalan miring. Saya ganti dengan lebih kecil.Tidak kecil sekali , tapi lebih kecil dari yang aslinya. Lumayan sudah lebih ringan dari sebelumnya.
Untuk Bisa membelah malam dengan BMX united ini , sebuah lampu dari LED yang bisa direcharge sudah say siapkan untuk dipasangkan. Walaupun tidak bisa dilipat, hampir samalah walau sedikit saja dengan memakai seli 20 inch. kan sama sama memakai ukuran ban 20 inch. Nanti kalau harus naik bus , biar saya copot roda depannya, supaya sedikit ringkas, tentu saja setelah saya memasang quick release di as depan.
Minggu, 02 Januari 2011
Tugu Pal Putih

Mengawali tahun 2011, kami mendatangi Tugu Pal Putih yang ada di daerah jati luhur.lokasi ini sangat mudah dicapai.karena berada di sekitar kota Purwakarta juga. Tugu putih merupakan penada saja, daerah tersebut banyak kedai kedai yang melayani selera makan kami.
Untuk pertama kalinya kami membeli ikan hidup dan dimasak ditempat tersebut juga.
Adalah kedai mbak Purwati yang menangani semua itu. nasi liwet, ikan nila goreng sebanyak 2,5 kg. semua ikan tersebut masih fresh dan langsung digoreng. Nasi liwet yg panas mengundang selera. Untuk semua itu dapat kita perleh dengan harga yg sangat menarik. Ongkos masaknya yg harus kita bayarsendiri, semua bahan kita bisa beli sendiri. Kedai mbak Purwati ,wanita asal gombong jawa tengah memberikan harga yang sangat pantas, tidak akan ada kata mahal ,dijamin.
Tugu Pal Putih saksi kebersamaan kami ,10 rider Mtb dari Purwakarta ini. Bukan berpromosi , inin hanya sekedar berbagi pengalaman saja, harga ikan nila hidup / kilogram Rp. 12.500,00 . berasa perliter ditempat wisata ini sangat ekonomis, hanya rp 6000 saja. sambel hanya dihitung rp. 5000 dan lalapan juga sama . Untuk biaya memasakanya , mbak Pur, memberikan kebebasan kepada pemesan untuk memberikan hargayang pantas.Wah bingung juga untuk mengkira - kira.
Lain kali kami ga ragu lagi untuk makan di sini. Sebelumya kami ragu apa ada ya warung model CMT ini . atau hanya mengambil upah masaknya saja? ternyata ada. Jika diantara para pembaca punya hobi mancing, bisalah sekali sekali datang ke Jatiluhur ini . Jika pengin mancing yang murah , bisa mancing di sekitar tugu pal putih , bisa langsung dinikmati hasilnya disini. Jika hasilnya tidak sesuai harapan bisa beli ikan hidup dan langsung digoreng atau dibakar, trus dinikmati dibawah pohon peneduh, diatas hamparan rumput yang wah pasti asyik dan enjoy.











