Senin, 27 Desember 2010

Menunggu


Apa yang memuat pesepeda sabar menunggu berjam jam? Door Prize atau undian hadiah. Suatu ritual yang harus dilakoni ketika acara menggowes sepeda sudah dijalani. Tiket Undian sudah dimasukkan ke dalam box. Inilah saatsaat kita mencari pengisi perut, oleh oleh, atau apa saja yang bisa dibeli untuk dibawa pulang .Jika kita sudah lelah berkeliling , saat itulah kita duduk rapi mencari tempat teduh dan menunggu nama kita atau nomor tiket kita dipanggil.

Fun Bike selalu saja kami nanti, bukan sekedar menggowes, bukan sekedar kaos dan door prize , tapi bersepeda itu memang memiliki banyak manfaat sosial dan kesehatan .

Ketangguhan Seorang Low Rider


Banyak kisah unik yang selalu ada dalam setiap acara kumpul kumpul para pesepeda seperti fun Bike di Purwakarta ini. Diantaranya beberapa keunikan tersebut ketika seorang dengan sepeda super berat mencoba menaklukkan tanjakan didesa Cihuni dan Lebak Anyar . Ada juga sepeda jadul "Onta" yang sudah dirubah drivetrain nya dengan operan depan belakang. Namun modifikasi berat tersebut nampaknya masih menyisakan masalah dibagian pengereman. Untuk laju dan kenyamanan , saya lihat sang pengendara sangat menikmati dan membanggakan kreasinya itu. Sayang pada saat jalan menurun sangrider harus nuntun karena rem yang tidak mumpuni. Lain lagi dengan sepeda low rider ini. ketika tanjakan harus turun karena sangat beratnya tanjakan.

Minggu, 26 Desember 2010

Ketika Namaku Disebut


Ah., Fun Bike akhir tahun di Purwakarta ini sungguh berkesan . Pesertanya lumayan banyak . Kalo melihat tampilan pesertanya, mereka adalah penggiat olah raga bersepeda di daerah Purwakarta, Subang dan Karawang serta Cikampek kalo daerah ini disebut sendiri. Sebut saja beberapa nama klub bersepeda terpampang dibagian belakang kaos mereka. Ada Pandawa, Triple C yang berkaos kuning cerah dari Cikampek. Patriot.

Rute yang disajikan buat saya cukup berat menanjak di Cihuni walau hanya setengah membuat saya hampir kram . Maklum saja saya berbhoncengan dengan hannan anak saya, beratnya yang lebih dari 30 kg membuat saya ada di rombongan paling belakang para peserta. Walaupun begitu saya masih sempat mendahului rombongan BMX dan sepeda Low Rider yang susah sekali buat melewati medan ini. Berbekal gigi 34 superlow dan gear depan paling kecil , saya lewatitanjakan ini dan kawan kawannya
Pukul 9 pagi para peserta sudah mulai memasukkan tiket undian door prize. Door prize dibagikan mulai dari payung , setrika , kipas angin ,DVD player, TV, mesin cuci, kulkas, sepeda polygon neptune , HP.

Wah yang membuat aku gugup ketika namaku dipanggil untuk Sepeda polygon premier 2.0 seri tahun 2011. Terima kasih Sentosa Bike. Door Prizenya mantab.

Selasa, 21 Desember 2010

Akhirnya FB (fun Bike ) Lagi



Setelah sekian lama menunggu, datang juga fun bike di Purwakarta. Rencananya minggu nanti tanggal 26 Desember 2010 ,akan ada lagi sepeda gembira. Sepeda gembira ini di sponsori oleh Sentosa Bike dan Sentosa Motor Purwakarta. Harga Tiket hanya 30 ribu dapat kaos dan ada door prize. Saya berharap fun bike ini jadi penyemangat para pihak untuk sering sering mengadakan fun bike di Purwakarta.

Minggu, 19 Desember 2010

Mengganti Bateray Cyclocomp.


Komponen yang satu ini sagat penting buat kita pesepeda. Ini adalah pencatat kita yang efektif. terus menerus mencatat konsumsi energi , jarak tempuh dan bahkan rata rata kecepatan yang sudah kita lalui. Karena pentingnya, maka menjadikannya tetap berfungsi juga sama pentingnya.
Pensuplai daya pada cyclocomp, biasanya di dapatkan dari sebuah bateray kering berbentuk seperti uang logam 500 rupiah. Pada Cyclocomp wire less, daya tahan bateray dengan pemakaian rutin tiap akhir pekan bisa mencapai umur lebih dari satu tahun walaupun tidak mencapai 2 tahun. Bateray dengan harga antara 10 sampai 15 ribu tersebut bisa kita peroleh ditoko arloji. Biasanya toko sepda tidak menjual bateray ini tetapi toko jam atau arloji malah menjualnya. saya tidak tahu jam tangan apa yang memakai bateray sebesar itu. Berbagai merk bisa kita pilih mulai dari maxell , sony , dan lainnya. tinggal pasang untuk bateray Lithium CR 2032. Cyclocomp. kembali berfungsi.Pencatat Aktivitas bersepeda kembali On. Untuk kenyamanan bersepeda rawatlah dengan baik piranti pengukur dan pencatat bersebeda dengan mengganti secara rutin bateray cyclocomp. Hanya Rp. 10.000,00 .

Minggu, 14 November 2010

Menembus Kota Karawang Baru Curug


Disekitar kawsan Industri Kota Bukit Indah ada rute berbatu/ makadam yang ringan yang bisa kita gowes kalo lagi enggan keluar kota yang jauh.rute makadam/ jalan rusak dapat kita temui begitu memasuki gerbang Kota Karawang baru.
Cukup mengenaskan perumahan yang sebenarnya lumayan lengkap ini . Jalan Masuk yang luas, bangunan yang luas. fasilitas umum yang sudah siap pakai. Entahlah kami tidak menemukan jawaban yang pasti ketika berhenti di dalamnya dan menanyakan mengapa kota baru ini sepi dan seolah tak berpanghuni sama sekali.
Lintasan/ trek yang benar benar berlumpur dan becek dapat kita temui selepas perumahan ini. Jalan Inspeksi tang membelah persawahan yang menghubungkan daerah ini dengan jalan raya purwakarta - kosambi dapat kita nikmati jika hanya sekedar mencari fun xc yang ringan . Walaupun rute ini tidak begitu ekstreem namun harus hari hati melewatinya, salah salah ban kita tergelincir di lobang bekas kendaraan yang melintas jalan ini.
Banyuak cabang yang bisa kita ekplorasi di jalan inspeksi tersebut. Saya tidak bisa memastikan jalan inpeksi apa ini. Tulisan dipapan petunjuknya sudah banyak yang terkupas dimakan cuaca panas dan hujan.
Rute pendek 3km an. berbatu dan bertanah tersebut cukup saya minati selama ini syukur hari ini besa terpenuhi melintasinya. sepeda jadi kotor , sepati terpapar lumpur saya biarkan jadi saksi nikmatnya melintas rute xc.
perjalanan pulang melintas jalur ini ke kota Purwakarta juga tidak kalah seru. Tanjakan Cisalak di kampung Cisalak cukup membuat kecepatan saya menjadi di bawah 10 km / jam atau hanya tinggal 1 digit saja.

Minggu, 07 November 2010

Plered Kota Tersibuk











Plered yang saya maksud adalah kota Plered Purwakarta. Ada beberapa kegiatan Ekonomi yang terus berdenyut disana. Sebut saja sentra keramik dan Gerabah. Penambangan galian C, Industri Pertanian dan Peternakan.






Gowes kali ini minggu tanggal 7 Nopember 2010 , kami mengunjungi kota Plered ini. Sepanjang Jalan yang harus kami lalui hanya ada dua tipe , menanjak dan menurun saja. jalan datar hampir tidak ada.
Sentra ekonomi yang bisa kami saksikan adalah desa Sukatani. Ditempat ini walaupun sudah tergerus oleh dominasi Toll Cipularang yang merobohkan hampir 90 % kegiatan ekonomi rakyat sepanjang jalan lama namun masih kami saksikan bekas bekas kejayaan peuyem, dan keramik hias , pot pot kembang di sepanjang jalan Sukatani. Masyarakat sekitar menamai kawasan ini dengan sebutan Bendul. kalo Sudah mencapai Bendul yang ditandai dengan banyaknya pot keramik/ Gerabah dijual ditoko toko dan juga peuyeum/ Tape singkong di gantung di etalase , itulah kawasan Bendul. Kawasan ini pada masa jayanya memutar ekonomi kawasan ini.
Selepas Bendul , jalan sudah menurun terus sampai kota Plered. Kota Plered bisa kitandai dari kejauhan dengan banyaknya tower pembakar keramik/ berabah. memasuki daerah Plered . Sate maranggi yang disajikan di banyak warung di pinggiran jalan . Kata orang orang , Sate Plered maknyuus.
Sepanjang jalan menuju pasar Plered atau sentra ekonomi kota kecamatan ini. Keramik, Gerabah dipajang di ruang ruang pamer di sepanjang jalan . Gerabah tempat minum, dan aneka pot bunga ada disini. Di kanan dan kiri jalan bisa kami saksikan bahwa kejayaan industri keramik dan gerabah ini belum habis.
Sepeda Terus saya gowes. Kemacetan yang memanjang dari pasar kota ini sampai lintasan kerata api membuat rombongan kami mencari jalan pintas menghindari kemacetan. Memang semakin macet , tanda kegiatan ekomoni masih berputar. Biarlah macet karena keramaian pasar. Berbagai hasil bumi di transakasikan disini. jengkol. mangga, pisang dan buah buah lainnya bisa kami rasai aromanya ketika melintas.
Hmm. Plered tidak ada habisnya. apalagi menjelang hari raya kurban ini. Pasar Hewan Plered yang terbesar di Kab. Purwakarta sedang menuai panennya.
Di kejauhan , sumber ekonomi lain juga sedah perproses. Dua gunung kecil tampak di ambil batu batuannya. pagi siang dan malam sepertinya batu gunungg gunung tersebut terus memberikan manfatnya kepada manusia.
Gowes kami mencapai lokasi yang kami tuju. Makan siang gratis dari kebaikan teman kami bp Rahmat Bayu Asih , begitu saja kami memanggilnya namanya pak rahmat kerja di rumah sakit bayu Asih Purwakarta
goweser: 8 orang
ketinggian : 120- 310 mdpl
max speed: 52 km/j

Minggu, 31 Oktober 2010

Ke Kampung Air


Menyambung rute minggu sebelumnya, kami datangi lokasi kampung air . Ada di unjung jalan tanggul jatiluhur. Selama bertahun tahun sepedahan baru sekarang tahu ada tempat dengan view yang bagus dan relative sepi dari hilir mudik mobil wisatawan. Tempat tersebut memang OK. Dari atas jalan / bukit danau dengan jaring apung dibawah tampak indah.

Dari sini kita juga bisa lihat perahu dayung dan perahu bermesin hilir mudik mengantar keperluan rumah rumah di atas air dikolam jaring apung. Jalan yang mengantarkan kami ke tempat ini juga cukup mudah . Melewati desa Pasir Ipis dan melewati tanggul bendungan biasanya hanya memakan waktu 1 jam. Mencapai lokasi ini ketika matahari belum diatas ubun ubun . Kami langsung ngeriung dan menikmati bacang, gorengan bala bala serta pisang coklat goreng yang manis buatan Purwakarta tentunya. Jika ingin menikmati ikan bakar yang benar benar fresh, disini tempatnya, rindang dan indah viewnya.

Jumat, 29 Oktober 2010

kopi dulu

Setelah gowes beberapa saat, selama 3 minggu ini saya memasuki masa rehat, ngopi dulu. Seperti biasa saat gowes sudah menempuh jarak yang cukup jauh dan nafas sudah mulai ngos - ngosan kami berhenti diwarung, pesan kopi dan makan camilan.
3 minggu ini saya sibuk membetulkan genteng yang pecah, talang yang rembes dan beberapa bagian tembok yang tidak lagi kedap air dimakan usia. Yah ini saatnya rehat ngopi, mengumpulkan semangat gowes, menyusun rencana gowes, dan ngopi beberan juga.
Kalau beberapa waktu lalu say ngopi pakai good day , sebuah merk kopi, kali ini saya mencoba kopi kapal api, special mix.
metode memasak kopi saya coba kopi Turki. kopi tidak saya sedu di gelas , tetapi saya rebus bersama air. Beberapa saat kopi dan air bercampur.Hal ini ditandai dengan hilangnya kumpulan kopi di atas air yang muncul ketika air masih dingin. Kopi telah bercampur seutuhnya dengan air yang mendidih. Saya memakai api kecil ,dan secepatnya saya matikan kompor dan kopi saya tuangkan dalam gelas kecil. minuman kopi telah selesai saya buat. Warna kopi ini agak coklat, bukan hitam seperti warna kopi yang sering dikenal , entah saya kurang pas menakar jumlah air sewaktu memasknya atau memang hasil dari kopi kapal api ini berwarna coklat. Wah kopi rehatnya benar benar pas. Kopi sisa mengendap didasar gelas tanpa bercampur dengan cairan kopi yang kita nikmati. Hmm, nice kopi. terima kasih Cikopi , saya menikmati cara menyajikan kopi setelah beberapa hari melahap tulisan @cikopi .com

Minggu, 26 September 2010

Trip Pendek ke Ciganea


Minggu ini hanya melakukan gowes jarak pendek ke stasiun kereta api ciganea. Stasiun kereta api ini hanya berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Purwakarta. Sejak hari Sabtu , ratusan komunitas lokal Edan spoor berkumpul melakukan program Go Green on Trek. Sebuah kegiatan penanaman pohon di sekitar 1 km dari stasiun. Saya tidak sampai melintasi lokasi penanaman pohon . Acara yg dihadiri pejabat 2 teras pemda setempat membuat saya ragu mendekat.
Sebenarnya saya iri dengan komunitas lokal tersebut yang bisa melakukan penanaman pohon sebanyak itu. Saya bermimpi suatu saat kami pesepeda lokal juga bisa. Iri untuk kebaikan tersebut bukan keburukan tapi baik karena mendorong kita untuk melakukan kebaikan.
puas ngobrol di stasuin kami kembali ke kota Purwakarta. Sasaran kami adalah bajigur .muter muter kota akhirnya ketemu juga pedagang bajigur di dekat Gereja Almasih Purwakarta. Tanpa basa basi ,kami parkir sepeda didepan toko yang tutup pada hari minggu. kami pesan 4 gelas bajigur sesuai jumlah kami saat itu. duduk ditepi jalan ,dibawah pohon kami nikmati teguk demi teguk bajigur hangat ditemani pisang rebus, gethuk manis , talas ,hmm hari minggu yang indah.
Perjalanan pulang saya sempatkan mampir ke bengkel sepeda kang Ahmad kampung Krajan .Pemindah gigi depan sepeda centroku tidak presisi. setelah disetel beberapa saat operan tersebut bekerja normal kembali . Cukup rp 10.000 sudah termasuk tali baja penarik front deraleur ( benar nich tulisannya?). Bengkel ini termasuk bengkel yang rekomended untuk ketelitian dan hasil yang memuaskan.
Centro bergerak ke rumah . 25 km total gowes hari ini.

Senin, 20 September 2010

Rumah Proklamasi Rengas Denglok


Setelah menggowes beberapa jam , akhirnya kami tiba di Rengas Dengklok. Sempat ragu sebelumnya karena arah GPS tidak tepat 100% dengan lokasi kota kecamatan ini. Setelah 7 kali menanyakan lokasi rumah yang dijadikan bung Karno dan Bung Hatta untuk merundingkan saat proklamasi dinyatakan kami akhirnya menemukan rumah bersejarah tersebut. Memang rumah tersebut lokasinya agak di dalam, tidak terletak dipinggir jalan raya.
Didepan rumah ada pohon mangga, jambu dan satu lagi pohon yang mulai langka Pohon Kawista. pohon Kawista di depan rumah tersebut sedang berbuah hanya saja belum saatnya untuk dipetik.
Perjalanan yang sebelumnya kami impikan sampai di Cibuaya tidak jadi kali lanjutkan . Sampai di sini saja sudah kewalahan , panas banget . kami tunda lain waktu kami akan ke Cibuaya.
Mengenai Rumah di Jalan sejarah tersebutmemang tidak ada papan nama di depannya. jadi harus rajin bertanya . yang terakhir kali kami tanyai adalah pewaris rumah tersebut. Dengan ramah beliau menyilahkan saya masuk .
Hanya ada buku tamu , jadi ragu 2 pas di dalam . okelah yang penting sudah sampai, isi buku tamu. makan bubur kacang hijau dan ketan hitam trus ambil gambar. terima kasih lalu pulang.
Rider: Acu,Ali,Bambang, Muria
Sepedaku : Sentro Jadul
Odo: Cateye Velo 5
Ban: Maxis over drive, ban dalam Gajah Tunggal
Lampu : Lampu generik Customs
Fork: RST canti brake
camera HP : Venera 2 mp.
max Speed: 42km/jam

Minggu, 19 September 2010

Masjid Paling Cool


Sepanjang perjalanan berangkat dan pulang Situ Buleud Tugu Proklamasi Rengas Dengklok, hanya ada dua jenis pemberhentian . Berhenti karena waktunya makan dan berhenti karena saatnya sholat. Masjid Kalangsari berada di tepi kanan jalan raya Rengas Dengklok - Tanjung Pura. Saat Ashar tiba , kami sholat disini. Masjidnya teduh sekali. Dua pohon ketapang hijau dan rimbun berada di halaman depan . ini juga kali yang membuat dzikir dan doanya jadi lama sekali, Hmm cool banget. sementara mushola paling ramah terhadap kami adalah mushola at Takwa , Tamelang daerah sekitar Dawuan Karawang. Kami dapat pinjaman sarung, air minum gelas setelah sholat magrib dan hmm pisang rebus.

Karawang Yang Tetap Panas

Berangkat dari alun alun Situ Buleud kami berempat lalaunan menuju kosambi. Titik pos pemberhentian yang kami rencanakan. Perjalanan dari Purwakarta menunju Kosambi lancar walaupun perutku terasa lapar ketika sudah mencapai desa Cimahi. Tengok kanan kiri kok ya warung warung masih pada tutup. Berharap ada warung yang buka dengan menyediakan tahu isi atau bala bala.
Tak terasa warung yang saya harapkan tidak kunjung saya temukan bahkan ketika kami sudah sampai pertigaan Kosambi. Akhirnya sesuai rencana kami istrirahat di pos I , Stasiun Kereta api Kosambi. Sebuah warung kecil yang kami pilih menyuguhkan teh panas dan beberapa bungkus roti yang segera berpindah ke perut kami. Beberapa pisang koreng yang masih hangat baru diangkat dari penggorengan juga kami habiskan.
Puas mengisi perut kami lanjutkan bersepeda menuju Talagasari. Waktu sudah mendekati pukul 11 siang. Karawang masih tetap panas. air dalam bidon terasa sedikit , sebentar sebentar berpindah tempat melewati kerongkongan kami. Memburu waktu sholat duhur, kami terus memacu sepeda melewati kali buaya . Berbelok kekiri melewati hamparan sawah yang mengering kami mencapai suka merta . Sebuah Masjid didaerah ini menjadi titik pemberhentian kami. Kakiku sudah kram di titik ini. beruntung ada masjid ini bisa rebahan sebentar setelah sholat duhur. Airnya sejuk walau tidak dingin. Sepanjang Ciranggon ke kutawaluya, hampir setiap 200 m ada masjid .

Sabtu, 18 September 2010

Membayar Hutang Rute


Pagi ini kami coba membayar gowes ke Rengas Dengklok. Rute ini beberapa waktu yang lalu sudah coba saya lewati. Namun sayang sekali waktu itu saatnya kurang tepat. Setelah terlebih dahulu bertemu dengan beberapa teman gowes Purwakarta , Rute ini akan kami coba lewati.
Beberapa persiapan untuk memuluskan acara gowes Situ Buleud - Cibuaya via Rengas Dengklok sudah kami lakukan . Pengukuran jarak melalui GPS Navigasi, menyiapkan lampu untuk perjalanan malam, Ben Cadangan dan yang tidak boleh ketinggalan recovery Kit.
Jarak yang bakal kami tempuh adalah 74 km atau sekitar 148 km pulang dan pergi.
Yang paling penting dalam acara gowes jarang menengah tersebut adalah mental . Mental atau tekad yang kuat dapat membantu menyelesaikan jarang tersebut. Saya cukup disemangati oleh kenekatan 2 orang teman saya Furqon dan Sulaiman yang baru saja menyelesaikan gowes pulang pergi Purwakarta - Ciawi Tasikmalaya , satu minggu sebelumnya. Jarak yang mereka tempuh sekitar 300 km pulang dan pergi atau 150 km sekali jalan. cerita kenekatan 2 orang rider dari Purwakarta akan saya posting setelah mendapat gambar dan ijin pemilik cerita.

Minggu, 08 Agustus 2010

Babakan Cikao - Desa Servis Lewat Liang Maung




Pertama mendengar namanya liang maung saya langsung bertanya kepada teman teman pit rider yang asli Purwakarta, namun saya belum bendapat jawaban mengapa jalan yang kita lewati dinamakan Liang Maung. Dugaan saya, dulu daerah yang kan kami lewati tersebut dihuni oleh harimau. Memang benar sebenarnya tidak banyak yang tahu rute ini sebelumnya.


kami star dari tempat biasa yaitu depan Rumah Sakit Gunung Putri Situ Buleud. Langsung menuju desa maracang melalui jalan taman Pahlawan dan lurus saja tanpa hambatan sampai mencapai pertigaan Liang Maung. Disebelah kiri, stasiun bumi Indosat di daerah Jatiluhur tampak jelas . Melewati turunan yang lumayan panjang mengantar kami sampai ditepi sungai Cikao. Sebenarnya rencana kami sebelumnya ingin menyeberang sungai ini dengan berjalan saja , tanpa perahu penyeberang. Ternyata fakta dilapangan membuat kami harus ikut menaiki perahu. Bergiliran dengan pengendara sepeda motor yang hendak diseberangkan, kami berbaris antri. Lumayan juga kalo tidak ada penyeberangan ini mungkin kami harus balik kanan dan cari jalan lain.
Selesai menyeberang dan mendaki jalan setapak , kami sampai di Cikao Bandung. dan terus mendaki sampai di kawasan wisata Gramatirta. Lelah mendaki tanjakan Jatiluhur ini kami berhenti sejenak di depan Waterboom dan menikmati alunan music yang disediakan oleh produsen minuman isotonic.
Memburu waktu supaya bisa sampai ditempat finish sebelum jam 12 siang kami terus menggowes melewati desa Servis Jatiluhur dan melewati Kembang Kuning terus meluncur turun dan sampai di Sasak Beusi sebelum jam 12 siang.
Pertemuan gowes menjelang puasa kami akhiri dengan makan siang.

Kamis, 05 Agustus 2010

Kapan Hari Sepeda Nasional Itu?


Sejak berlangsung konggres sepeda nasional tanggal 16 Juli 2010 kemarin , saya sudah menunggu nunggu kapan sebenarnya hari sepeda itu ditetapkan . Penetapan hari sepeda nasional itu penting sekali buat penggiat bersepeda. Setidaknya mereka merasa di Anggap oleh ponggawa negeri ini. Untuk menjadi catatan saja , kegiatan tulis menulis didunia maya atau blogging sudah lebih dulu memiliki hari ngeblog nasional. Lha kita yang sudah bersepeda dari sejak belum sekolah kapanya dianggap penting?
Saya sebagai orang kecil senang sekali jika tanggal 16 atau tanggal 17 juli jadi ditetapkan sebagai hari sepeda . Setidaknya kegiatan sepeda nasional pada hari itu menjadi kegiatan yang memiliki pijakan . Dan yang pasti hari sepeda nasional pasti akan menambah gairah bersepeda di indonesia. Semoga

Selasa, 03 Agustus 2010

Puasa Tiba , Night Riding Lagi?

Puasa / Ramadhan sudah semakin dekat. Sebenarnya selama bulan puasa , tidak ada agenda sepedaqhan di siang hari. Terus terang saya belum punya otot untuk melakukannya. Hari biasa sajasaya habis berliter liter air sekali ngegowes bisa pasti batal puasa saya.
Pada beberapa kalangan menggowes sambil puasa adalah hal yang biasa , hebat ya. Ada juga yang bersepeda dimalam hari, ada model sahur on road atau apalah namanya yang jelas masih tetap bersepeda pada bulan ramadhan walaupun jadualnya disesuaikan . sebenarnya itu yang paling pas. Namun jangan lupa untuk menyiapkan perlengkapan keselamatan diri selama bersepeda di malam hari. Lampu adalah peralatan yang wajib hukumnya.
Terus terang hanya sedikit orang yang pernah night riding di kawasan purwakarta ini. ada sih yang night riding , tapi itu karena kemalaman di jalan . bukan sengaja untuk bersepeda di malam hari.
Berikut adalah tips bersepeda di saat puasa yang saya copas dari situs cycloholic.net :

Bersepeda selama bulan puasa boleh saja dilakukan. Dengan memilih waktu yang tepat, membatasi waktu, dan jarak tempuh, niscaya tubuh akan tetap bugar. Selain itu, dengan bersepeda selama bulan puasa, kapasitas dan kelenturan otot kaki yang sudah terlatih akan tetap terjaga. Sehingga Anda tak perlu membangun lagi kekuatan otot-otot dari awal, usai menunaikan ibadah puasa sebulan penuh.
Berikut kiat yang perlu diperhatikan saat bersepeda selama bulan puasa:
1. Jika Anda terbiasa melakukan bersepeda di pagi hari , kini ubahlah kebiasaan itu pada sore hari. Mulailah sekitar pukul 15.30-17.00, sehingga takkan membuat Anda terlalu lelah atau dehidrasi. Bersepedalah maksimal sejauh 8-15 km, dengan waktu tempuh 45-90 menit. Lakukan dengan santai. Kecepatan cukup sekitar 10-15 km/jam. Bersepeda pada Sabtu atau Minggu sudah cukup untuk menjaga kebugaran Anda. Jika dilakukan secara bersama, kelompok, atau dengan seorang teman, ingatlah untuk menjaga kecepatan, waktu tempuh dan jarak sesuai kemampuan tubuh Anda sendiri.
2. Untuk yang ingin berlatih dengan intensitas lebih tinggi, maka malam hari setelah tarawih, bisa dijadikan pilihan waktu bersepeda. Konsumsilah makanan padat kalori dan protein sesudah beraktifitas maupun saat sahur. Minumlah dengan takaran ekstra.
3. Lakukan kegiatan bersepeda dengan aman menggunakan bantuan reflektor sepeda maupun lampu penerangan. Mata kucing (reflektor) harus dipasang guna memberikan kewaspadaan bagi orang lain akan keberadaan Anda yang sedang bersepeda. Celana bersepeda, jersey berwarna cerah, arm/leg warmer dan helm sebaiknya digunakan. Upayakan memakai busana yang lebih menutup aurat. Manfaat lainnnya untuk menjaga dari udara dingin dan hembusan angin.
4. Rute ditempuh sebaiknya yang sudah Anda kenal, karena dapat diperkirakan waktu dan jaraknya. Rute on-road biasanya menjadi favorit selama bulan puasa.
5. Selamat menunaikan ibadah puasa, tetaplah bersepeda selama bulan puasa. Jagalah sikap, perbuatan dan hati supaya tak hanya mendapat dahaga dan laparnya saja. Namun juga memperoleh manfaat dan hikmah terbesar selama berpuasa sebulan penuh.

Minggu, 25 Juli 2010

Cimaung - sampai Warung Oncom Sajah

Sudah beberapa minggu ga gowes jauh terasa sekali bedanya. baru beberapa km gowes, kaki sudah terasa mau kram. Yang paling terasa adalah bujur terasa panas , sungguh menyiksa , sebentar sebentar harus berdiri untuk memberi kesempatan dia beristirahat.
Ada peraturan tidak tertulis diantara kami. jika tidak kuat gowes sampai Wanayasa, setidaknya goweslah sampai warung Oncom sajah . Warung oncom ini tidak seterkenal warung Bandrek atau Warban di daerah bandung , yang terus menerus didatangi para goweser.
Warung ini hanya berada di ketinggian 300- 400 mdpl saja. Saya tidak membawa altimeter kemarin. Hanya saja kita mesti menanjak dari samping rumah makan nasi liwet sambel Bladag Ibu Dhini. Ketika saya melewati jalur ini, seorang petani sedang menggunakan bajak Klasik yang ditarik binatang kerbau . Sesungguhnya ini merupakan pemandangan yang unik. ditengah modernisasi pertanian , masih ada petani kita yang setia melestarikan alat bajak Organik. Saya tidak menggunakan istilah tradisional, tapi saya senang mamakai istilah Organik supaya nyambung dengan trend masa kini yang kembali ke alam . Olah Raga bersepeda juga merupaka ekspresi kembali ke alam , berolah raga menggunakan tenaga sendiri menaklukkan rintangan.
Disamping olah raga yang mengandalkan kekuatan dan semangat diri ini, ada banyak masyarakat diluar sana yang menggunakan jalan ke Wanayasa ini untuk mengahbiskan waktu libur akhir pekan sehingga jalan ini semakin ramai dan semakin berasap. Pedih sekali mataku dan hidungku untuk sekedar sampai di Warung oncom saja.
Sampai di warung Oncom kuisi perutku dengan 2 buah jeruk, dan sebungkus roti seharga cebanan. Sebenarnya tidak ada papan nama yang menunjukkkan bahwa warung ini bernama warung oncom , tetapi teman teman kami menyebutnya demikian , maka tiap kami gowes maka kami jadikan warung ini sebagai tyenpat acuan jarak. Puas istirahat, say memutuskan kembali ke Cimaung , menikmati turunan dan menikati indahnya lereng lereng yang tampak dari kejauhan. Sepanjang jalan turun dikanan dan kiri jalan padi sudah mulai menguning. Pulang melewati Cikeuyuep yang berjalan hotmik mulus dan adem membuat jalur ini tetap saja menarik untuk dipakai gowes.

Minggu, 11 Juli 2010

Mengeksplorasi Jalur Lama


Jalur situ buleud ke BIC adalah jalur regular untuk para pesepeda di sekitar Cikampek , Purwakarta bahkan yang berada di daerah Karawang juga tidak asing dengan rute BIC. Rute ini relative ringan , tidak ada tanjakan yang berat. Hanya ada satu tanjakan yang panjangnya tidak lebih dari 300 meter di sekitar perumahan Gandasoli. Selebihnya relative datar.
Satu jalur yang saya lewati yang cukup special adalah gang keramik. Gang keramik ada tepi jalan sadang Purwakarta. Dinamakan gang keramik karena di mulut gang ada gapura dengan tempelan pecahan keramik atau karena disana adalah sentra industri keramik saya belum dapat sumber yang punya referensi yang dapat dipercaya. Kalo sekedar menduga duga kedua alasan mengapa gang tersebut diberi nama gang keramik , akan saya cari tahu dikemudian hari dan akan saya postingkan nanti.
Di Gang keramik saya tersebut memang saya temukan satu rumah yang masih memproduksi keramik atau lebih tepatnya adalah tembikar.Saya belum sempat berhenti di tempat pembuatan keramik tersebut karena saya sebelumnya tidak menduga kalau gang keramik ini ada kaiatannya dengan produksi keramik.
Jalur yang banyak persimpangan ini sebenarnya sangat menarik untuk ditelusuri masing masing percabangannya. Ada jalan yang ujungnya tidak kelihatan jelas karena tertutup oleh rimbunya pepohonan. Salah satu jalur sesatan yang tadi siang sempat saya coba adalah jalur yang melintas dibawah toll purwakarta – Bandung. Disekitar SMPN 02 Babakan Cikao, ada jalur yang memotong jalan tol tersebut. Jalur yang terdapat terowongan dibawah tol itu, sering dilewati binatang kerbau. Jalan yang sering dilewati kerbau tersebut menjadi becek pada setengah bagiannya.
Menurut penduduk sekitar yang saya temui jalan tersebut bisa menembus ke daerah Gandasoli. Memang dari kejauhan saya melihat orang oang yang berjalan menjauh dari tempat saya berhenti di jalan tersebut karena jalan berubah jadi kubangan kerbau.
Akhirnya jalur disekitar BIC memang menarik untuk dieksplorasi , sekedar mencari alternative baru pada jalur yang sudah sering kita lewati.

Minggu, 06 Juni 2010

Mata Air Tugu 5

Mata air tugu 5 berada di tepi jalan kereta api Purwakarta Bandung.Mata air dikaki bukit di desa cijantung ini terus menerus mengalirkan air mineral yang sangat jernih . Masyarakat sekitar menamai mata air ini dengan nama air cikahuripan .Untuk mencapai lokasi ini kami mengambil jalan memutar melewati beberapa trek . Trek Pasir ipis, gunung sembung ,dan mencapai daerah citapen pada perjalanan pulangnya.
Jalan yang masih basah dan kadang menanjak berat membuat kami sering mendorong sepeda. Jalan pada beberapa bagian benar benar tidak bisa di gowes. setelah beberapa jam menggowes dan mendorong sepeda di rute makadam dan jalan rusak, kami mencapai mata air tugu 5 ketika matahari mulai berada diatas ubun ubun .Saya meminum ia ini dengan aman saja, Masyarakat juga saya perhatikan banyak mengambil air dengan galon 20 liter. Saya tidak mengenali nama bukit tempat mata air ini berada. Bukit dengan ketinggian 280 mdpl . botol saya penuhi dengan air tugu 5 ini. wah seger , sesegar minum air apa ya, rasanya seger saja ,ga etis saya menyebut sebuah merk air .jika ingin merasakan air yang keluar dari kaki bukit tanpa dimasak terlebih dahulu, datanglah ke desa cijantung . tanyakan lokasi air cikahuripan , rutenya gowesable kok

Senin, 31 Mei 2010

Remku tak berdaya diguyur hujan

Sejauh ini aman aman saja memakai rem /brake model gantung. Rem model canti ini sangat saya sukai ,sangat praktis dipakainya dan dirawat begitu gampang . Sepatu remnya saya pakai yang paling murah buatan taiwan seharga rp 2000 sebiji. Untuk trek kering bisa menghentikan laju pelek dengan cukup aman .
Masalah baru muncul ketika hujan mengguyur,rem kehilangan daya cengkereamnya. laju roda tidak berkurang walau tuas rem saya tarik dalam dalam . Sepertinya itulah yang harus kita perhatikan ketika musim hujan tiba agar lebih hati 2 ketika sepeda kita masih mengandalkan rem dengan sepatu dari bahan karet. cepet habis dan ga pekem .
beruntung setelah sampai rumah dan sepeda sudah saya bersihkan celah rem saya setel ulang dan rem kembali pakem .
Asal kita rajin mengatur celah rem agar tidak terlalu longgar, rem gantung tetap bisa kita andalkan .

Minggu, 16 Mei 2010

surga di antara Curug dan Mulyasejati


Mengikuti trek atau rute yang dipandu GPS ,kami menyusuri pinggiran irigasi . Rute jalan makadam ada dibawah ban sepeda kami. rute ini kami lalui ketika kami berusaha mencapai Bendungan Ciawitemen melalui curuq,Mulyasejati . Jalan selebar truk pengangkut pasir, semakin lama semakin kecil dan pada beberapa ruas berubah menjadi jalan setapak ditepi hutan yang tinggal alang alang setinggi kepala kita.Jalan yang licin setelah diguyur hujan membuat kami sering menarik tuas rem diturunan . Tidak heran sepatu rim sepedaku habis disini. rute yang enak dilalui ini memaksa kami memanggul sepeda di pematang sawah yang lembek tanahnya. Usai mendorong sepeda dan mengayuh sebisanya melewati sebuah bukit barulah kami bertemu jalan makadam lagi . Jalan makadam membawa kami ke area hutan kotapohaci petak 27 a. Petak 27 a ini masuk wilayah pemangku hutan Purwakarta. Area ini terdapat jalan inspeksi hutan makadan. dibeberapa bagian jalan kami terpaksa turun dari sadel karena jalannya licin dan berlobang lobang. Panjang rute yang tersisa di GPS kami ketika kami menginjak jalan jalur penabangan berjumlah 14 km . jalan makadam selebar truk , naik dan turun mengikuti kontur tanah . Beberapa kali jalan dibelokkan melalui jalan setapak di sisi kiri karena jalan rusak parah. Pada saat musim hujan seperti ini motor trail saja tidak ada yang bisa lewat jalur ini. Demikian tutur penduduk setempat yang menyarankan kami untuk kembali saja, jangan diteruskan gowesnya. Beberapa rekan kami yang tipis nyalinya langsung balik kanan . Sebenarnya saya juga ragu , cuma nunggu teman teman yang lain balik kanan baru saya belakangan , he he sama saja .
Perjalanan kami terhenti ketika hujan lebat mengguyur daerah ini. Kotamaneuh sebenarnya sudah dekat, sayang sekali hujan membuat jalan tidak bisa kami lalui. Beruntung ada gubuk gubuk yang dibangun petani. Gubuk tersebut membuat kami terlindung dari hujan .Suatu saat kami akan selesaikan rute ini, kami memiliki hutang untuk menyelesaikan rute ini. Yang pasti menunggu trek kering .
Rute ini cukup menjanjikan. apalagi di Petak 27 a ini mulai dilakukan penanaman hutan kembali. Nanti jika pohonnya sudah mulai tinggi, jalur makadam ini pasti enam untuk dipakai gowes. Semoga pohon mindi yang ditanam di sini cepat tinggi.

Kamis, 13 Mei 2010

Seatpost Macet


Susah saja. itulah kata yang bisa saya ucapkan ketika sebuah seatpost terjebak di tempatnya. Seatpost yang ngadat ini disebabkan berbagai sebab. salah satu yang paling parah adalah diameter pipa sepeda tempat seat post itu ditempatkan tidaksesuai dengan tiang sadle . ( susah sekali sih menggambarkannya) . Pokoknya begitu dech .
Usaha untuk mengeluarkannya bisa bermacam macam,dari yang paling sederhana dengan menariknya keatas , memberi cairan pelumas dan lain lain
Pengalaman yang tidak menyenangkan ini saya juga pernah alami. Seat post kesayangan saya yang ringan dan enak , terjebak di frame Scott yang baru saya dapatkan . Frame klasik scott saya dapatkan dengan susah payah tersebut hampir saja tidak bisa saya pakai mapai-mapai ke sekitar Purwakarta. Berbagai cara sudah saya lakukan antara lain dengan memberi minyak pelumas, minyak rem dan minyak minyak yang lain, sampai sampai minyak kayu putih pun saya tuangkan berharap seatpost bisa dikeluarkan.
Usaha yang paling ekstrim adalah dengan memanaskan frame tersebut dengan obor propana . sebenarnya tidak tega juga memperlakukan frame Scott USA Team dengan sarkas seperti itu.
Setelah hampir putus asa, akhirnya dengan usaha yang cukup keras , seatpost bisa saya keluarkan dengan memakai palu dan besi pengganjal untuk memukul seatpost ke arah luar.
Singkat kata seatpost bisa saya keluarkan walau tidak bisa dipergunakan lagi setelah sekitar hampir 1 jam saya terus menerus menghajarnya dengan palu.

Minggu, 09 Mei 2010

Menembus Wanawali- Cikadu


Antara desa Wanawali dan desa Cikadu dihubungkan dengan hutan jati yang lumayan luas. Jalan yang menghubungkannya bisa dilalui sepeda motor atau sepeda . Dibeberapa bagian jalan ini sudah dikeraskan dengan batu kali sebesar kepalan tangan orang dewasa. Rute ini lama kami ingin lewati, namun baru kemarin bisa terlaksana.
Gowes mulai memasuku jalan berbatu dan menanjak Citalang dan terus ke Selaawi. rute menanjak ini kami ukur sampai setinggi 100 meter . Perbedaan 100 meter tingkat ketinggian itu cukup menguras tenaga. Rute ini sangat bagus untuk dipakai bersepeda , rute ini benar- benar cross country . Disamping sepi, udara disini juga relatif segar. Sepanjang jalan yang kami lewati sebelah kiri posisi kami terdapat bukit bukit . Sampai desa Cibukamanah kami berhenti di sebuah warung untuk mengisi persediaan air dan menambah isi perut. Jalan yang terus menajak menguras tenaga kami.

Sepanjang yang telah kami lewati jalan nya cukup lebar , seukuran mobil kecil bisa melewati jalan ini. Namun kondisi jalan yang rusak tergerus air membuat hanya mobil tertentu yang bisa lewat di rute ini. Rute jalan dengan jalan berbatu dan menanjak baru berakhir ketika kami melewati lokasi SMPN 2 Cibatu. Dari jalan di atas bukit ini, kota Purwakarta dan desa desa sekitarnya bisa kita lihat dengan jelas.
Dari posisi teratas ini kita akan menikmati turunan panjang dan cukup curam sampai desa Wanawali. Enaknya turunan ini , jalannya sudah beraspal mulus .
Desa Wanawali kami tinggalkan ketika matahari belum di ubun ubun kepala. Memasuki hutan jati , kami menikmati sepenuhnya perjalanan ini. Tanjakan dan turunan silih berganti sampai menembus ke desa Cikadu. Rute ini bisa kami lihat dipeta kab. Purwakarta.Rasa penasaran melewati rute ini terbayar sudah . Terima kasih kepada teman kami kang Engkus yang menunujkan rute ini. Kang Engkus hapal rute ini karena sehari hari mengontrol jaringan tegangan tinggi. so pasti hapal dong kang tiap cek tiang jaringan selalu bawa GPS.

Selasa, 04 Mei 2010

Menyatukan Tiga Rute


Ada rute yang sangat menarik untuk di coba di sekitar kediaman saya. Dari rumah hanya sekitar 600 meter sudah bisa menemukan rute jalan makadam . Jalan makadam sejauh 1 km ini ada di jalan gang batu desa ciseureuh . Jalan ini akan menyambung jalan kecil beraspal disisi saluran irigasi dan ketemu dengan jalan desa Citalang.
Untuk masuk ke rute off road kita perlu melewati jembatan sungai ciherang. setelah tanjakan pertama kita mabil rute ke kiri menyusuri jalan bekas penambangan pasir,jalan dengan batu kali dan tanah ini cukup enak dilalui dengan ban ukuran 1.75 ke atas. Rute ini belum saya ukur dengan presisi, tapi kurang lebih mencapai 3 km. Keluar dari jalan bekas penambangan pasir kita akan bertemu lagi jalan aspal sejauh 1 km dan masuk lagi ke hutan . Jalan akses dalam hutan ini cukup untuk menguras tenaga kita . jalan dalam hutan ini tidak kurang dari 4 km . Setelah sebelumnya di jalan bekas galian pasir ada tanjakan panjang lebih dari 500 meter, di area hutan ini juga akan kita jumpai tanjakan tanjakan .
Potongan rute yang belum pernah kami lalui sebelumnya adalah jalur dari desa Cikadu ke wanawali . menurut rute di peta manual saya . ada jalan sepanjang hutan yang menghubungkan ke dua desa tersebut. Jalan tanah dikeraskan dengan batu kali ini sangat menantang untuk di lewati .Menyatukan tiga potongan rute ini menjadi rute yang cukup panjang , saya rasa cukup bagi yang ini bersepeda seharian penuh.

Minggu, 02 Mei 2010

Mapai Wanayasa Cibeber


Wanayasa adalah lokasi favorit untuk di datangi goweser. Entah dari purwakarta , Cikampek , Karawang dan lain-lain . Rute tradisional yang bisa di tempuh dari Purwakarta adalah melewati jalan Terusan Kapten Halim.
Tantangan pertama selepas jalan kereta di Pasar Rebo, adalah tanjakan cihuni sejauh 1400 meter. Ditanjakan ini lumayan berat . Bagi yang belum pernah melewatinya akan terasa berat ketika melewati belokan pertama dan menanjak. Mengowes bersama 10 goweser, saya membiarkan teman teman meninggalkan saya dibelakang ketika melewati tanjakan ini . Saya cukup puas dengan melaju 10 km per jam di tanjakan ini.
Seterusnya jalan menanjak ringan namun tanjakan ini tidak berhenti sampai kita mencapai warung sate Anwar 1. Warung sate ini merupakan tempat yang di minati pengendara yang melintas di jalan ini. Berada di akhir tanjakan panjang dari desa Lebak Anyar , merupakan lokasi yang bagus. Menikmati sate Kambing , ayam bakar yang segar adalah suguhan utama rumah makan ini. Rumah makan ini sebenarnya bukan penyedia satu satunya kuliner di lokasi ini ada nasi liwet Ibu Dini. Dan lain lainya.

Selepas turunan kecil kita dihadapkan tanjakan panjang sejauh 2 , 5 km . Tanjakan ini baru berhenti setelah kita melewati peternakan ayam. Lepas dari dari tanjakan ini kita bisa sedikit memacu sepeda. Kalau dari tanjakan sebelumnya saya hanya melaju 8-9 km perjam. Di rute agak datar ini saya bisa menambah kecepatan sampai 15 km perjam . Saya tidak berani menaikkan kecepatan lebih dari itu. Saya khawatir ditanjakan pendek yang masih tersisa di depan bisa membuat kaki saya kram.
Wanayasa pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut bisa kami capai dalam waktu 2 jam gowes. Total waktu yang digunakan dari situ buleud ( 120 mdpl) ke Wanayasa adalah 2, 5 jam. Tambahan 30 menit ketika berhenti di hutan ranca darah . kami haru regroup sebelum sampai di lokasi finish
Dari wanayasa kami lanjutkan gower ke desa Cibeber. Rute ini menurun sedikit setinggi 60 meter saja . desa Cibeber berada pada ketinggian 640 mdpl, Ada rute yang enak untuk diulangi di seputaran daerah ini. Pada ketinggian 640 mdpl banyak pohon teh di tanam di lokasi ini.
Mengamil tempat sholat di masjid desa Cibeber kami merasakan sejuknya air di daerah ini. Siang hari bolong air terasa keluar dari lemari es yang kita simpan semalaman. Mak Nyess.
Selepas sholat makan siang penuh nikmat kami rasakan di desa ini . selesai menyiapkan sepeda, kami turun ke Purwakarta lagi. Menikmanti turunan sejauh 23 km. jalan menurun dan berkelok selepas desa Taringgul selalu membuat ketagihan siapapun yang gowes di rute ini.

Sepeda : Trek Sepeda MTBku
Cyclocom : Magic one MGCCL 14
GPS: Go GO 902
max spedd 68 km/jam
Peserta : Mang Ating, Pak Didin , Si Kong, Muria, Ucup, Engkus, Furqon , Acu, Aep. Rahmat, Bambangs,

Minggu, 18 April 2010

Purwakarta Cross Country Race 2010



Balapan sepeda gunung kelas cross country di Tanggul Jatiluhur ini lumayan seru. Saya patut bersyukur banyaknya bibit bibit baru yang ikut berlaga. Walau hasil untuk kelas elit belum berubah dibanding balap di tempat lain . Sejauh yang saya lihat Atlet dengan kaos merah putih masih berada di barisan depan dengan jarak yang cukup jauh dengan pembalap di belakangnya.

Satu hal yang unik , even besar ini hanya diselenggarakan oleh satu sponsor tunggal , Sentosa Motor, Sentosa Mobil dan satu lagi Polygon . Yang Polygon juga sudah ada di Purwakarta. Jadi sepertinya ini murni dari Purwakarta untuk MTB Indonesia

Selasa, 13 April 2010

Jangan Ragu Memakai Operan Generik

Operan Generik, atau Shifter yang paling murah tanpa merek sekalipun masih tetap oke dipakai sebagai perangkat pemindah posisi rantai pada gear atau chainring. Saya sudah memakainya pada sepeda Caribou Marsstar Omega . Semula sepeda ini memakai tipe pemindah gigi atau operan model seperti revo shift. Namun bahan yang dipakai pada komponen yang terpasang ketika sepeda ini dikeluarkan dari pabrikannya ternyata sudah tidak berfungsi dengan baik . Fikir fikir kenapa tidak diganti saja dengan tipe operan yang murah namun handal.
Oke sayapun segera mengantinya dengan operan Generik model tarik ulur . Model operan tarik ini sangan mekanikal sekali pokoknya hanya berfungsi memindah gigi. Harganya tidak lebih dari 20 ribu rupiah . Jangan berharap dapat melihat posisi gigi berapa kita sedang menggowes. Pakai filling saja dan kalau perlu lirik sedikis ke belakang untuk melihat posisi rantai.
Ternyata cukup nyaman juga pakai operan biasa/ generik.dengan penyetelaqn yang pas , operan ini bisa di gunakan tanpa takut rantai loncat atau turun . Walaupun sering dilihat sebelah mata . Saya tidak menyesal memakainya di sepeda saya. Ingin memiliki sepeda dengan dana terbatas pilihlah operan generik . Saya jamin anda pasti ketagihan bersepeda lagi. Bagi anda goweser yang memakai operan jenis ini jangan buru buru diganti , NIKMATI SAJA .

Senin, 12 April 2010

Biang Sepedahan Purwakarta


Lelaki ini sudah cukup berumur, secara normal kekuatan fisiknya sudah menurun, namun jangan harap anda bisa mendahuluinya di tanjakan . Jika anda sama seperti saya penggowes biasa, maka akan kesulitan mendahuluinya di tanjakan .
Komitmentnya pada olah raga sepeda jangan ditanya. ditempat tinggalnya yang sederhana berjajar sepeda diruangan depan . Riller statis untuk berlatih sepeda juga ada di assembling diruang tamunya.
Sebagai gambaran kecintaanya pada sepeda, beliau menyertai kami gowes ke walahar kemarin hanya dengan mengendarai BMX . bisa kan membayangkan. Aki Aki pakai BMX bersepeda sejauh 60 km dengan rute menanjak dan bergelombang ? Kata anak anak sepedahan tidak seru kalo ga ada Pak Uju, ya nama lengkapnya Uju Wagiman.emang seru kalo sepedahan ada pak uju. Rute bisa ga ada batasnya, aprak apakan .

Minggu, 11 April 2010

Ke Walahar Dengan Caribou


Sepeda Caribou ini , adalah jualan pertama saya untuk kategori full bike. biasanya saya hanya menjual / mengoper beberapa spare parts yang ada di garasi saya, namun kali ini ada barang lumayan bagus yang bisa say tebus sesuai uang di kantong saya.
Selesai ditebus dan diremajakan beberapa bagian yang sudah aus , saya putuskan untuk melakukan "Tes jalan " sebelum saya serahkan kepada pembeli .
Melewati jalanan Cigelam dan dangdeur , sepeda berjalan lancar. bahkan cenderung lebih cepat dari biasanya. dijalan menanjak sepeda caribou marstar omega ini cukup handal.
Saya belum bisa memastikan apakan karena Geometri sepedanya yang baik, dan sesuai dengan postur saya sehingga gowes terasa enak.
Sampai di Pasar Tiban BIC kami berhenti sebentar. mengaso dan menyegarkan otot otot . Beberapa teman sibuk melihat jualan pedagang di pasar tiban tersebut. Pasar Tiban atau pasar kaget ini cukup ramai disinggahi para pengendara motor dan sepeda. Berbagai minuman dan makanan ada disini. Ada juga pernak pernik berbagai accesories sepak bola.
Puas melihat lihat. caribou saya gowes lagi wwer.... rr. melewati kawasan bukit indah dan sampai diujung kawasan Indotaisei matahari sudah terasa menyengat.
Sampai ditanjakan "Barokah" Caribou masih enak diajak menanjak walau dengan susah payah, tanjakan barokah saya lewati dan mengaso di warung pojokan . minuman dan roti segera saya pindahkan ke perut kami.
Usai makan dan minum, rombongan 10 orang , terus melaju melewati jalan gravel, berganti aspal dibawah rimbunnya rumpun bambu. Saat Azdan dhuhur tiba kami pas tiba di Walahar.
Menunaikan sholat di Masjid Al Barkah kawasan Polysindo texmaco terasa nikmat. Tersedia sarung untuk penggemar perjalanan seperti kami, Air minum cuma cuma juga tersedia di masjid ini. Hampir satu jam kami berada di Masjid tersebut , bergiliran Sholat dan ngobrol ngalor ngidul. ngetan ngulon .
Perjalanan pulang kami melewati jalur desa Mulyasari dan terus ke desa Curug . jalur ini cukup sepi hanya sesekali kami berpapasan dengan truk pembawa pasir. jalur ini cukup enek dipakai bersepeda . Hanya ada tanjakan yang cukup panjang sebelum memasuki kawasan industri Indobarat . Saya menamai tanjakan ini Tanjakan Cisalak. Saya menamainya demikian karena tanjakan tersebut berada di Kampung Cisalak.

Kamis, 08 April 2010

Jangari Sebuah Potensi


Nama jangari sebelumnya belum saya kenali. Entah Apa yang ada di lokasi tersebut. Hanya beberapa goweser saja yang tahu tempat apa Jangari tersebut. Namun itulah Takdir , tadinya saya tidak menyangka bakal sampai disana.
Melewati batas wilayah Purwakarta Cianjur , kita akan sampai di Cikalong . Cikalong ini adalah pertemuan jalur dari Purwakarta ke Cianjur dan Bekasi ke Cianjur. Jujur saja Dari mulai Dam Cirata sampai Cirama Girang , saya tidak menjumpai angkutan umum , entah karena hari itu adalah hari Minggu atau saya yang kurang cermat tetapi jalannya sangat sepi.
perut terasa lapar ketika sudah mendekati puncak sebuah gunung / bukit yang cukup menguras tenaga untuk melaluinya. beruntung di sisi kanan Pal batas terdapat sebuah warung yang cukup lengkap dagangannya. Gorengan panas , fresh dari wajan bukan dari oven hanya Rp. 500 ,00 per potong. Dasar sudah lapar aku makan beberapa potong. Sayangnya ketika lagi lapar laparnya, Nasi putih belum tersedia. Si penjual mengatakan Maaf nasinya belum matang.
Selesai makan gowes saya teruskan, saya harus menyusul teman teman yang sudah di depan .Setelah melewati cikalong dan hampir mencapai kota Cianjur, di situ terdapat pertigaan yang memisahkan jalan menjadi tiga arah, Cianjur, Bandung dan Jangari.
Pukul 16 :00 tiba di Jangari, sebuah perkampungan di danau Cirata.Di sana terdapat banyak sekali jaring apung , Airnya yang tawar cocok untuk membiakkan beberapa jenis ikan air tawar. Beberapa Mobil Pick Up Hilir mudik mengambil hasil budidaya ikan dan beberapa lagi bergiliran menyerahkan benih ikan yang akan di biakkan di sini.
Untuk Bisa ke lokasi jaring apung , kita bisa naik ojeg perahu, yang diberi tarip Rp. 5.000,00 per penumpang.
Sesekali perahu juga mengangkut makanan ikan untuk di antar ke jaring apung yang ada disini.
Saat kami datang volume air Waduk Cirata sedang penuh, beberapa rumah makan dan fasilitas yang ada di pinggiran Waduk Cirata terendam air. Rasanya tidak cukup sekali untuk berkunjung ke sini. Jangari kami ingin datang sekali lagi.

Rabu, 07 April 2010

Jangan Takut Tanjakan


Saya bukan jago tanjakan, saya bahkan tidak sama sekali berada pada rombongan depan ketika ada tanjakan .namun saya punya cara untuk nikmat gowes ditanjakan . saya lebih sering berada di urutan paling belakang ketika kami menggowes bareng. namun demikian saya tetap menyukai rute rute yang ada tanjakannya. Entah kenapa , yang jelas asyik saja bersepeda pelan banget sampai hampir sama dengan kecepatan orang berjalan kaki .
Menggowes sangat pelan dengan kecepatan 5 atau 6 km perjam adalah Andalan saya ketika menghadapi tanjakan panjang . Dengan cara ini kita bisa berlama lama di tanjakan dan Insyaallah sukses sampai diujung tanjakan dengan keadaan masih cukup fit untuk melanjutkan gowes.
Untuk bisa melaju dengan sangat pelan tersebut kita hanya butuh menempatkan rantai pada crank paling kecil dan gear belakan paling besar . ya 24 untuk depan dan 34 untuk belakang . bahkan teman teman sering meminta saya untuk memakai gigi yang kecil karena saya biasanya hanya memakai 3 gigi paling besar di gear belakang.
kalo Cara diatas belum bisa menyelesaikan tanjakan ada cara pamungkas. ga usah malu malu turun dari sadel. dan lakukanlah ritual nuntun.
namun sebelum senjata terakhir tersebut kita keluarkan , sebaiknya kita bersabar menghadapi tanjakan ,goweslah pedal senyaman mungkin, gunakan posisi duduk agak maju bahkan duduklah diujung depan sadel . Selamat mencoba

Minggu, 04 April 2010

Mengitip Trek Purwakarta Race 2010

Minggu kemarin kami berkesempatan mendatangi lokasi/ trek yang akan dipakai balap sepeda gunung pada bulan April 2010 ini. Saya tidak bisa mengatakan 100 % lokasinya di tempat tersebut namun dari tanda tandanya sih , betul lokasinya ada di tempat yang kami kunjung kemarin.
Lokasi Trek berada di Desa Ciputat. tepatnya masih dilokasi seputaran Jatiluhur juga. Untuk bisa sampai di lokasi tersebut kita bisa menuju desa Cilulumpang. Desa Cilulumpang ada di ujung/ mulut bandungan jatiluhur yang mengalirkan air ke sungai citarum menuju Karawang. Sayang kemarin saya tidak membawa GPS sehingga tidak bisa memberikan titik koordinatnya.
Menurut perkiraan kami lokasi star berada di sebelah jembatan Cilulumpang.Lokasi tersebut menyerupai lapangan yang tidak simentris , namun ideal untuk dijadikan sebagi starting locations. Dari titik start, saya perkirakan peserta akan disuguhi tanjakan sejauh 2 km dengan medan jalan beton mulus. Desa Ciputat ada dilokasi unjung tanjakan tersebut. ( bisa dibayangkan , start langsuing nanjak sejauh 2 kam ) . Diujung tanjakan rute belok ke kiri dengan medan tanah basah , ( lokasi ini ada bekas bekas kumpulan sapi/ kerbau sering melintas) Dari bekas tapak tapanya kita bisa lihat. Dimedan jalan tanah ini ada turunan panjang dan satu tanjakan sedang yang saya fikir merepotkan jika jalan baru diguyur hujan .
Sampai ujung jalan tersebut, ada belokan ke kiri trek dengan turunan tajam dan miring ke kanan dibawah pohon pohan yang siap menghadang kita. Dilokasi ini banyak goweser terjatuh dan tertimpa sepeda.
diujung turunan ada selokan kecil yang sudah diberi jembatan darurat dari anyaman bambu. Dari tanda adanya pembatas lintasan , trek turunan tajam dan miring ini sepertinya bakalan dipakai sebagai bagian lintasan.
Setahun lalu ketika pertama mencoba trek ini , tanda batas lintasan tersebut tidak ada.
dari sini rute bisa diarahkan ke kanan menuju pintu Dam dan belok kiri masuk rimbunan pohon pohon . Trek dibawah pohon ini cukup memiliki kesulitan . Ada lobang - lobang dan lintasan akar akar pohon. tentu seru jika kualifikasi sepeda dan kemapuan kita mumpuni untuk rute ini.
Selagi ada waktu cobalah rute ini. gambaran visual rute ini pernah kami postingkan di bawah judul "Patriot menapak batu belah ". disebelah kiri gambar tersebut rute turunan miring yang sering makan korban.

Selasa, 30 Maret 2010

KAWAH HUJAN KAMOJANG


Ini adalah kawah terakhir dari beberapa kawah yang terdapat di gunung Guntur Garut. Kawah ini dinamakan kawah hujan karena setiap periode tertentu menyemburkan air panas yang kemudian jatuh menyerupai air hujan . kami sempatkan berfoto dilokasi tersebut sebagai oleh oleh dari mapai ke Garut.

Menembus Batas Purwakarta Cianjur

Sungguh, ini perjalanan yang tidak kami siapkan sebelumnya, Yang benar saja , perjalanan lintas kabupaten dengan medan pegunungan dan melewati jalan antar desa harus kami selesaikan dalam satu hari. Suatu misi yang belum terfikirkan sebelumnya.
Mengambil rute Cirata, Maniis citamiang dan lanjut ke Cikalong kulon . Rute ini memang sering kami ukur- ukur untuk bisa suatu saat kami lewati. Namun sampai sejauh ini, mengingat jarak dan medan yang berat kami belum ada rencana menjalaninya, sampai akhirnya saat yang menakutkan itu tiba.
Ada satu anggota bersepeda kami yang sengaja menyembunyikan titik finish ketiga gowes minggu 28 maret kemarin . Beliau hanya mengatan tujuan gowes kali ini adalah ke cirata. Disana ada kolam ikan kerabatnya . setelah sampai dikolam tersebut rencananya makan siang dengan memancing ikan terlebih dahulu.
Rupanya bukan Cirata tujuan perjalanan kali ini tetapi Jangari , sebuah lokasi wisata air di Kabupaten Cianjur.Memang masih di waduk Cirata juga namun jika diukur perbedaan jaraknya seperti bias 50 km dengan medan naik dan turun khas pegunungan . Beberapa gunung yang harus kami lewati adalah : Gunung Cantaian, Gunung Paroeng, Gunung Karung, dan yang mengerikan tanjakan Gunung Boyot. Gunung Boyot ini yang memisahkan antara Purwakarta Cianjur.Di ujung tanjakan inilah perbatasan itu berada. Bisa dilihat dari adanya Pal batas yang tertulis disana.
Perjalanan baru mencapai titik tujuan , jam 4 sore. Setelah melewati tantangan medan tersebut, hanya 2/3 dari goweser yang sampai ke tujuan , 1/3 dari jumlah tersebut dinyatakan gugur dimedan Gowes, Masih beruntung bukan gugur di medan pertarungan .
Pukul 18 petang kami kembali dari Jangari. Dibawah rintik hujan kami menumpang dua buah pick Up menuju Padalarang. Dari Padalarang kami Night riding tanpa lampu. Mau tidak mau kami tidak mungin menginap, hari senin kami sudah harus bekerja lagi.
Alhamdulillah , pukul 11: 30 malam saya sudah sampai dirumah. Cukup lama, setelah pada beberapa km sebelum sampai rumah ban depan saya bocor. Tanggung , saya tuntun saja sampai rumah, terlalu lama kalau harus ditambal. Biar tuntun saja.

Selasa, 23 Maret 2010

Turunan Yang Menyiksa


Perjalanan kembali , setelah puas menikmati kawah hujan yang merupakan kawah terakhir dari kumpulan kawah yang bisa kami nikmati hari itu harus segera kami lakukan . Mendung sudah nampak membayang di langit.
Satu persatu kami gowes sepeda menunju ke base camp kami di desa Salamnunggal. namun hujan rupanya tidak bisa ditunda. Melintasi pos pintu masuk , baju baju kami sudah mulai basah oleh tetesan air dari langit. Tantangan bertambah ketika salah satu anggota rombongan kami mengalami pecah Ban. Untung Ban Cadangan sudah tersedia,Ritual ganti Ban pun terpaksa kami lakukan tanpa perlindungan dari air hujan yang mengguyur.
Sampai di Desa laksana, desa dimana jalan raya yang menghubungkan Samarang dan Majalaya berada, kami sudah ga kuat lagi melawan takdir hujan siang itu. Setelah kedinginan diguyur hujan , kamipun menghangatkan badan dengan menikmati kopi dan teh panas disebuah kedai diseberang shelter bus setempat. Gorengan dan kopi semua kami sikat.
Hujan tidak menunjukkkan tanda tanda akan berheti , sedangkan waktu terus berjalan. Kamipun putuskan menerobos hujan , dingin menyerang seluruh tubuh kami , jalan yang menurun menambah berat keadaan . Turunan yang mestinya kami nikmati berubah jadi siksaan karena dingin yang dihasilkan oleh laju sepeda membelah hujan .
Seorang anggota kami sempat berhenti untuk menambah suplai oair panas ke badannya untuk melawan dingin yang sangat luar biasa.
Menjelang isyak seluruh goweser kembali dengan selatan di Salamnunggal. cuaca yang dingin tidak menyurutkan kami membersihkan lumpur dan tanah yang menempel di sepeda kami , kami harus bersiap untuk perjalanan monumental selanjutnya.
Gowes garut Purwakarta.

Rabu, 10 Maret 2010

Mendaki Ke Kawah Kamojang


Kawah kamojang adalah tujuan kami jauh jauh dari Purwakarta ke Kabupaten Garut. Setelah istirahat semalaman , tenaga kami sudah siap untuk menggowes ke kawwah kamojang. Kawah Kamojang ini terletak di kabupaten Bandung . Bisa ditempuh dengan dua cara. Cara yang pertama , kita bergerak dari arah Majalaya Bandung. Cara yang kedua melalui Samarang Kabupaten Garut.
Malam hari sebelum keberangkatan kami , terlebih dahulu kami tentukan rute yang akan kami tempuh. Setelah mengoprek rute lewat GPS , akhirnya kami putuskan gowes kali ini melalui Samarang menuju desa Laksana, dimana Lokasi Gunung Guntur tempat Kawah Kamojang berada.
Tantangan pertama adalah melewati sebuah bukit setelah kec. Kadungora menuju tarogong . Bukit dengan ketinggian 100 meteran ini sukses kami lewati. Selesai melewati tanjakan setinggi 100 meter tersebut , akan memudahkan kami mencapai Tarogong.
Jalan dengan kecenderungan menanjak dengan sudut kecil akan membawa kita mencapai kecamatan Samarang. Dirute ini lalu lintas cenderung sepi. Kami tidak kesulitan mencapai Samarang . Walaupun untuk mencapai samarang ini, kita harus melewati tanjakan bukit Alamanda. Namun tanjakan kecil tersebut semakin membuat rute ini pantas untuk dicoba.
Mencapai Samarang, kawah Kamojang semakin kelihatan kepulannya. Dari kejauhan memang terlihat asap membumbung dari badan badan gunung.
Jika waktu kita berlebih , kita bisa mampir dulu dibeberapa lokasi menarik didaerah ini. Sejak dari Tarogong kami selalu diingatkan oleh sebuah pemberitahuan bahwa lokasi Mulih k desa ada dijalur ini. Selain Mulih K' desa kita juga bisa menengok kampong Sampireun .
Dari Samarang ini sudut tanjakan sudah mulai terasa, jarak yang tersisa di rute ini kira kira 14 km. lumayan jauh . jarak sejauh itu semuanya tanjakan . silakan dibayangkan sendiri. Sebuah bukit dengan ditandai symbol bukit akan kita temui sebelum meelwati tanjakan sejauh 14 km.
Beberapa kali saya turun dari sadel , bukan untuk interval, tetapi ban terasa lengket dengan aspal , Harus mendorong sepeda untuk melewati rute ini.
Sambil gowes kita akan menyaksikan tanama sayur kol dan sejenisnya berada di kanan dan kiri jalan. Berapa industri penyulingan akar wangi juga bisa kita temui dirute ini.
Desa laksana kami capai pukul 12 siang . kami sempatkan sholat di Masjid pertamina geothermal ini. Usai sholat kami lanjutkan perjalanan dan akhirnya mencapai pos penjagaan Kawah Kamojang.
Kawah Manuk, Kawah Barecek, Kawah Kereta Api dan Kawah Hujan bisa kita temui di lokasi ini. Ketinggian lokasi ini menurut data yang say abaca adalah 1730 m dpl.

Selasa, 09 Maret 2010

Night Riding To Salamnunggal


Suasana Kota Leles tidak begitu ramai pada malam hari. Seteleh sepeda kami turunkan dan setelah keluar dari area Stasiun Kereta Api Leles, kami bersiap menuju desa Salamnunggal tempat base camp kami dalam mapai ke kawah kamojang.
satu persatu sepeda kami gowes. Penggowes terdepan menjadi pemandu menunju desa Salam nunggal. malam mulai gelap dan kami tidak membawa serta lampu sepeda. hanya lampu kecil yang kami siapkan sebelumnya , pembelian teman kami dikereta api. Jalan menanjak dan berbatu tidak menyurutkan kami terus menggowes sepeda.
Saya agak grogi melihat bayangan gunung di depan kami . Tampak lampu -lampu rumah kelihatan berkelipan dimalam hari di arah atas gunung di depan kami. Saya khawatir , jangan jangan desa Salam nunggal ada di belakan gunung itu. wah agak keteteran juga nanti.
Ternyata dugaan saya tidak benar, kami berbelok ke arah lain dari arah menuju bayangan gunung tersebut. walaupunh begitu jalan menajanjak seolah tidak habis habisnya.
Untunglah tanjakan tanjakan tersebut masih membuat kami saling menunggu teman teman yang tertinggal dibelakang.
Menjelang isyak kami sampai di Desa Salamnunggal. Sebuah desa yang berada di sebuah bukit. berada di ketinggian 920 m dpl menurut GPS yang saya bawa. Desa ini cukup dingin , serasa mandi air dari dalam kulkas ketika harus membersihkan badan.
Untunglah teman kami telah menyediakan makam malam yang sangat istimewa.

Kamis, 04 Maret 2010

Menikmati Perjalanan Kereta Api Purwakarta - Leles



Perjalanan Purwakarta ke Leles Kabupaten Garut sangat saya nikmati. Berbekal tiket super Irit, saya mengambil kursi paling belakang. Sepeda saya kunci di tiang bangku sehingga aman dari tangan jahil yang saya khawatirkan . Kereta bergerak setelah peluit keberangkatan ditiup oleh PPKA .
Rangkain kereta tujuan akhir cibatu ini lumayan nyaman . tidak seseram cerita orang bahwa naik kereta api kelas ekonomi sangat menyiksa.Kami membuktikan mitos tersebut tidak benar. Kereta kelas 3 ini dilengkapi dengan lampu penerangan yang memadai, dan kamar kecil ditiap gerbongnya yang disediakan air bersih pula.
Kereta api terus bergerak melewati stasiun stasiun kecil diantara gunung dan perbukitan. Suasana kereta menjadi senyap ketika kereta api memasuki terowongan sasak saat
Memasuki sebuah stasiun dikota Bandung kereta cibatu menambah satu gerbong untuk mengatisipasi bertambahnya penumpang yang naik di kota ini.
Tak terasa sudah lebih dari 3 jam kereta melaju. ketika kereta berjalan diantara gunung gunung . Ya kereta terus bergerak ,berbelok kanan dan kiri ketika kami mencapai daerah lebak jero.


Didaerah yang terkenal keindahan panoramanya menjelang matahari terbenam tersebut kereta terus bergerak dibawah rintik hujan.
Tak terasa, lebak Jero telah kami lewati .Stasiun leles kami capai ketika magrib sudah tiba. Kunang 2 beterbangan menyambut malam ketika sepeda sepeda kami turunkan dari gerbong kereta. Malam sudah tiba, perjalanan menuju base camp harus kami lanjutkan dengan sepeda. Night riding ala kadarnya. bergerak dari stasiun leles diketinggian 780 m ke desa Salamnunggal 920m dpl.

Minggu, 28 Februari 2010

Mapai Ke kawah Garut


Ini adalah tour pertama kami yang terjauh. Walaupun belum melewati batas perbedaan waktu, namun tour ke daerah Garut merupakan rangkaian perjalanan pertama yang memakan waktu lebih dari 24 jam.
Perjalanan ini sudah kami rancang pada tahun kemarin . Alhamudulillah 100% sesuai jadual. Berangkat Jumat, siang setelah waktu jumat. dan pulang kembali Minggu siang .
Semua keperluan di perjalanan saya packing sendiri, dari keperluan pribadi semacam sabun dan perlengkapan mandi, pakainan untuk tiga hari, perlatan sholat dan emergency kit semacam tablet penahan nyeri, desinfectan sampai bateray cadangan HP saya masukin semua di dalam tas punggung khusus sepeda keluaran eiger mBandung.
Kalo alat sepeda seperti kunci L dan pompa sudah pasti kami sertakan .
Goweser yang ikut serta dalam misi ini ( walah seperti pernga aja) ada tujuh orang .
Tiket kereta api tujuan Cibatu seharga Rp. 3.500,00 kelas Rakyat jelata sudah kami siapkan.
beberapa saat sebelum jumatan kursi paling belakang sudah kami duduki , Sepeda kami gunakan sebagai portal untuk menghalagi penumpang lain mengambil tempat favorit ini.
maklum Kereta Cibatu ini tidak membawa Gerbong barang, jadi kami harus pandai pandai mengambil tempat supaya sepeda bisa naik di kereta tanpa banyak mengganggu pergerakan penumpang lain . Solusinya adalah kursi paling belakang ditambah ruang didepan pintu masuk. bersambung ....

Minggu, 21 Februari 2010

Merawat Canti brake

Canti brake atau biasa disebut rem gantung masih banyak dipakai pada tipe Mtb yang beredar di pasaran . Rem Gantung adalah salah satu rem yang palim mudah di implementasikan di sepeda dengan rangka yang menyediakan dudukan untuk itu. Tipe frameatau rangka Mtb lama yang mengaplikasi rem gantung adalah frame federal seri citycat 2000. Seri ini cukup populer karena sampai lebih dari 20 tahun sejak di luncurkan ,masih banyak dipakai oleh para mtb'ers.
Mtb lama tampak cantik dengan rem gantung dipasang di frame, kesan klasik sangat kuat pada sepeda yang masih menggunakan rem gantung.
Namun dibalik keindahannya, kita jangan lupa merawatnya. salah satu problem yang sering dijumpai dalam penggunaan rem gantung ini adalah sepatu rem /karet rem termakan tidak merata akibat pemasangan yang tidak 100 tepat.Dalam istilah yang lain karet rem habis sebelah. Pemasangan karet rem tang tidak pass bisa menimbulkan kerugian berupa karet cepat habis. Menghadapi turunan yang panjang dan berat bisa mempercepat habisnya karet rem .
Salah satu cara mengindari peristiwa /kejadian karet habis sebelah adalah sering merawat rem gantung pada sepeda kita.
Dengan rajin merawat kita bisa menghemat dan yang terpenting lagi selamat dijalan .
rem gantung Rawat , hemat, selamat

Rabu, 10 Februari 2010

Rute lain ke Stasiun Cikadongdong II

Energi kami terkuras usai melewati bukit gening tersebut. beruntung ketika bertemu jalan raya yang sesungguhnya , telah menunggu tukan es cendol. Langsung saja es cendol berpindah tempat ke perut kami.
Puas minum es cendol gowes kami lanjutkan kembali menyusuri jalan menuju pertigaan ciharahas – Puteran. Suasana disini lumayan sejuk bahkan dingin. Mungkin hujan yang sudah mendekati waktunya untuk turun membuat suasana saji sejuk. Di kanan dan kiri jalan sawah sawah lagi menghijau, belum keluar bulir bulit padinya.
Pada Masjid pertama di lintasan jalan tersebut kami sempatkan sholat dluhur di situ. Air melimpah dari sungai kecil di depan masjid kemudian ditampung sebagai pasokan air wudlu. Hmm , benar benar alami, air sejuk terus mengalir .
Sholat yang sudah kami tunaikan membuat kami bisa nggowes dengan lega rasanya ga ada beban lagi. Tenaga seperti di charge lagi, apalagi dari kejauhan sering kami dengan deru kereta api melintas di daerah tersebut. yang menandakan tujuan kami sudah dekat.
Jalan berkelok menanjak sudah lumrah di daerah ini. Namun dibalik panjangnya tanjakan yang ada , kita akan melihat sungai sungai yang mengalirkan airnya yang deras di desa puteran .
Stasiun Cikadongdong kami pijak ketiga waktu belum mencapai jam 3 sore. Stasiun Cikadongdong merupakan stasiun kecil . Stasiun ini hanya melayani kereta api Purwakarta Cibatu dan satu kali kereta api parahyangan jam 7;30 pagi. Walaupun demikian geliat pedagang yang memanfaatkan stasiun ini untuk menjual barangnya ke Bandung bisa dirasakan di sini. Sepertinya Stasiun ini cukup berarti bagi masyarakat sekitarnya.
Daerah yang berbukit dan di lewati sungai besar seperti Cisomang , cukup menjadikan alasan mengapa kereta api sangat penting di daerah ini. Menggunakan angkutan selain kereta api di daerah ini cukup mahal. Bersambung ………)

Minggu, 07 Februari 2010

Super Power Pack

Berangkat dari sumber daya internal GPS saya yang Cuma ngepas 4 jam maka lahirlah kebutuhan sumber daya tambahan agar GPS bisa terus menerus berfungsi sebagai alat navigasi yang handal. Mulailah saya berburu power pack yang sesuai dengan kebutuhan .
Melihat untuk apa GPS Go Go 902 ini dirancang maka saya putuskan untuk mencari Power pack dengan daya 12 v, 1 Amper. Wah, untk ukuran power pack yang real portable , cukup sulit menemukannya. Rata rata power pack yang berada dipasaran memiliki kuat arus hanya dalam ukuran mili. Saya berfikir, arus segitu tidak akan bisa menggerakkan charger bawaan GPS yang dulunya mesti di colokkan di lighter mobil.
Power pack yang mendekati kebutuhan dari sudut kuat arusnya adalah tipe yang dipakai pada lampu emergecy. Biasanya lampu emercency berdaya 6 v , 4. 5 ampere. Jika memakai power pack tipe ini saya memerlukan dua buah powerpack . Saya fikir itun cukup merepotkan ketika harus saya bawa bersepeda.
Akhinya ketemu power pack 12 volt, 7,5 amper. Yang biasa digunakan paga motor lisatrik mainan anak anak . Apa mau dikata, yang cocok cuma ini . accu kering / power pack panasonic 12 volt ; 7,5 amper dengan waktu pakai kira kira 20 jam sesuai yang tertera di label bateray kering tersebut.
Super “Power Pack” Panasonic. Ini bukan power pack biasa, spesifikasinya sama dengan accu yang dipakai pada motor roda 2 . sepertinya ini accu sungguhan. Tapi kering dan agak ramping.dan bukan dijual di toko alat motor .
Setelah diasembly dengan lighter socket , jadilah power pack yang sebenarnya. Saya sudah test chargernya di socket lighter. Lampu led hijau menyala ketika saya pug in , berarti power pack ini sudah bekerja. Tinggal menempatkan di rack belakang.
Gowes dengan GPS tanpa kawatir lagi GPS mati karena low batt. Selamat tinggal low bat. Selama membawa serta power pack ini hp pun bisa dicharge di sini . daya power pack 12 V; 7,5 Amphere lebih dari cukup dipakai 24 jam ber GPS non stop.
Keterangan harga : Panasonic 12 V 7. 5Amp. Rp. 185.000,00
Lighter socket Rp. 20.000,00
Fitting 4 Pcs Rp. 2.000,00
1 Meter Kabel Rp. 3.000,00

Jumat, 05 Februari 2010

Mapai Curug Cipurut


warung Teteh Wanayasa (POS berhenti 1)
Kalau melintas di jalan Kapten Halim Purwakarta akan terlihat papan petunjuk jalan beberapa meter dari pos polisi Pasar Rebo. Papan petunjuk jalan tersebut menujukkan dua buah nama yaitu nama situ Wanayasa dan Curug Cipurut.
Jarak untuk mencapai curug Cipurut sekitar 26 km dari titik tersebut. lumayan gowesable . Bisa kami jangkau untuk kategori bersepeda satu hari. Karena jarak tersebut biasanya bisa kami tempuh dalam waktu 3 Jam . Kok lama sekali hanya untuk jarak 26 km kok perlu 3 jam . Memang jalan menanjak sepanjang rute merupakan sebab yang utama perjalanan memakan waktu lama.

Perjalanan pada awal tahun ini menuju curug cipurut merupakan perjalanan yang menyenangkan . dari sisi rute , jalur ini merupakan jalur yang lengkap. Road, gravel dan single track sampai harus nyambung dengan jalan kaki.
Lokasi Curug ini ada di dera Sumurugul. Desa ini bisa kita googling dengan google maps . cukup jelas posisinya. Tidak susah ditemukan .
Pada hari libur lokasi ini penuh dengan anak muda yang berlibur ditempat ini sehingga wajar banyak tempat penitipan motor mendekati lokasi curug yang berada di balik perkebunan teh.
Kelebihan curug ini adalah lokasinya yang tidak terlalu jauh dengan jalan raya membuat kita bisa berjalan kaki saja untuk mencapainya dari Wanayasa. Menggunakan kendaraan bermesin cukup berat untuk mencapai lokasi curug. Bersepeda lebih mungkin menaklukkan medan yang berat ini. Batunya banyak di sepanjang jalan . Sebuah mobil minibus yang kali itun bersamaan waktunya dengan saat kami up hill terpaksa berhenti di tengah jalan ga, sanggup menaklukkan rute . terpaksa penumpangnya jalan kaki , sama dengan kami yang lelah gowes.
Sampai di ujung jalan sudah tidak bisa di gowes lagi, jalan nya tanah semua, licin dan curam menanjaknya. Tapi puas walau ndorong ndorong sepeda , hawa dingin gunung sudah terasa di daerah ini belum lagi hampatan tanaman teh membuat kita ga usah jauh jauh ke Puncak, cukup di sini bisa tie Walk.
Akomodasi cukup tersedia, dilokasi air terjun , sepotong gorengan yang fresh dari wajan / bukan oven harganya Cuma 500 perak. Wah makan gorengan pada saat dingin bisa ketagihan. Murah sih , demikian juga kopi dan teh .
Puas makan gorengan kita bisa berendam di bawah air terjun yang cukup deras. Bagikita yang taat beribadah tidak usah khawatir dilokasi ini ada sebuah tempat sholat yang bisa dipakai dengan nyaman. Bersih dan lega.
Untuk yang pengin jalan kaki sepuasnya lokasi ini sangat bagus untuk dicoba. Bagi yang dari luar kota bisa menjangkau lokasi curug dengan dua cara yaitu naik bus tujuan Purwakarta . sambung ke Pasar Simpang sambung ke wanayasa . dari wanayasa jalan kaki saja. Ongkos pasar simpang wanayasa adalah Rp. 5000 ,00 tiap penumpang .
Cara yang kedua pakai kereta api turun stasiun Purwakarta. Selanjutnya sama , titik pertemuan kedua moda tersebut adalah pasar Simpang. Kendaraan ke dan dari wanayasa biasanya mangkal di lokasi ini. Tiket masuk hanya Rp. 3000,00 per orang dewasa. Anak anak masih bebas dari bea .