Minggu, 27 Desember 2009

Mapai ke Taman Buah


Taman Buah mekar sari adalah tujuan kami gowes kali ini . 20 Desember 2009 , 10 goweser purwakarta mendatangi Stasiun Purwakarta selepas subuh. Perjalanan menuju cileungsi bisa ditempuh dengan berbagai cara. salah satunya menggunakan moda kereta api. Kereta Api kelas 3 tujuan Jakarta dari Purwakarta berhenti disemua stasiun termasuk Stasiun Lemah Abang Cikarang. Dari lokasi inilah gowes yang sesungguhnya menuju Taman Buah Mekarsari.

Bekal yang kami bawa cuma peta gratisan yang kami dapat dari komputer di kantor. Rute sudah ditetapkan Purwakarta -Taman Buah Mekarsari lewat Lemah Abang. Menggowes jarak jauh sudah sering kami lakukan . Tapi bergerak pada pagi buta baru kali ini kami laksanakan . Bukan sekedar Menggowes yang ingin kami capai , tapi menyiapkan kesiagaan teman teman itulah yang utama. bersepeda sudah biasa, Bersiap diStasiun Kereta pada jam Keberangkatan pertama lengkap dengan sepeda dan peralatan berkandara kereta angin ini tentu menjadi hal yang baru. Lumayan 10 orang berangkat pagi ini. Menggunakan gerbong barang pada rangkaian paling depan . Harga tiket cuma 2 ribu rupiah . Kereta mengantar kami .
Jez jez jez. pukul 07 pagi , sepeda telah kami turunkan dari gerbong . Perjalanan kami lanjutkan menuju Cileungsi melewati lippo Cikarang, Serang, Taman Buaya.
Cibarusah kami capai dengan aman ketika matahari belum begitu tinggi, Hasrat cepat ke titik tujuan membuat kami memacu sepeda terus. Sebelum jam 12 siang kami sudah meninggalkan taman Buah menuju stasiun Ketera lemah Abang. Kereta yang akan membawa kami ke Purwakarta dijadwalkan berangkat dari Stasiun Tersebut pukul 03:05 siang.
Stasiun Lemah abang menjadi saksi kesiagaan kami menggowes kapan saja. Stasiun yang cukup strategis ini menjadi saksi 10 laki laki menyelasaikan perjalanan yang cukup bersejarah bagi kami. Belum pernah kami seceria ini dalam bersepeda.
Tertawa, Berfoto ria di dalam gerbong. Sampai di Purwakarta puluk 17 :30 sore Odo menujukan 78 km gowes hari ini . Syukur Purwakarta Punya Stasiun Kereta Api. kami bisa Gowes kemana saja.
Cibatu adalah tujuan kami berikutnya.

Rabu, 09 Desember 2009

Pengendara Vespa Yang Baik Hati

Sore ini rabu, menunggu bus diperempatan jembatan mitra keluarga. tempat yang biasa saya gunakan menunggu kendaraan ke Arah Purwakarta. Bus yang saya tunggu telah lewat, perlahan di bergerak meninggalkan spbu dijalan chairil Anwar. saya coba mengejarnya ,tetapi kelihatannya sia sia . Bus bergerak lebih cepat, walaupun saya telah berusaha memberikan isyarat tanda akan menumpang bus tersebut.
Tiba tiba saya dikejutkan suara yang memanggil saya , seorang pengendara vespa mengajak saya bersamanya. Mau naik bus ya pak , ayo saya antar''. sayapun langsung membonceng vespa
tersebut.Vespa melaju, saya belum sempat menanyakan nama bapak yang baik hati itu. vespa telah mendahului bus yang saya kejar. Bapak menepikan vespanya , saya hanya sempat menanyakan tempat tinggal bapak itu dan tahun vespanya sebelum mengucapkan terima kasih kepadanya.
Syukur bisa tiba lebih cepat dirumah.

Senin, 07 Desember 2009

Hanggatnya Kopi Nikmatnya Persahabatan


Pagi ini saya tidak menggowes. Saya masih harus mengantar les anak saya si Huma. Walaupun begtitu tetap saya sempatkan mampir ke tempat anak-anak sepeda Purwakarta mangkal sebelum gowes bareng. Walaupun ga gowes tapi tetap setor muka.,
Syukur anak-anak masih belum berangkat, jadi masih sempat ngbrol ngalor ngidul seputar sepedahan . Review sepedahan minggu lalu, sambil mendengar cerita dan hal-hal seputar sepeda versi masing masing.
Puas ngobrol anak - anakpun memutuskan untuk nggowes ke Waduk Cirata . Waduk Citara adalah sebuah tempat yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung. Tempat ini menjadi salah satu tempat yang cukup disenangi oleh Goweser Purwakarta.
Setelah Anak anak berangkat saya memutuskan untuk mengunjungi salah satu sesepuh sepeda di Purwakarta yaitu mang Ating. Goweser yang sudah berumur namun tetap konsisten bersepeda. Saya ditemani Muria yang juga memutuskan untuk tidak ikut serta anak anak ke Cirata karena sudah terlebih dahulu mengowes sendiri sepedanya.
Dicari dirumahnya ternyata si Mang pergi mencari rumput untuk kelinci piaraannya. Tidak kehilangan semangat , kami memutuskan mencarinya di tempat si Mang mengambil rumput. Ternyata ketemu mang Ating didekat Stasiun Kereta Api Purwakarta. Lelaki yang memiliki 2 sepeda tersebut sedang sedang dalam perjalanan pulang ketika saya memanggilnya.
Jadilah pertemuan kami tersebut. Mengambil tempat di jembatan kecil depan stasiun . kami duduk dengan santai. Bertiga ngobrol ngalor ngidul sambil menikmati kopi . Yah kopi Capucinno kesukaanku. Goodday Capucinno Cukup Rp, 2.500,- suasana jadi hanggat.

Selasa, 01 Desember 2009

virtako dan mc erot

Baru sekarang ini saya melihat begitu banyak iklan pupuk dan peralatan pertanian begitu mendominasi sepanjang jalan.
Biasanya yang paling banyak beriklan atau berpromosi adalah produk telekomonikasi atau automotive.Tapi di karawang ini iklan pupuk dan obat padi padian begitu banyak. Sepanjang perjalanan dari Lemah Abang Ke cikampek saya melihat iklan iklan ditempel di pohon pohon sepanjang sisi jalan . Yang paling banyak saya lihat adalah Virtako.
Namun ada satu iklan yang aneh, pupuk padi merk Mc Erot. ada saja idenya

Minggu, 29 November 2009

Trip Purwakarta Lemah Abang


Sabtu 28 Nopember 2008, 4 orang kami gowes dari situ buleud ke kosambi melalui curug. Perjalanan ini relativ datar tidak ada tanjakan . Satu satunya tanjakan hanyalah di kampung Cisalak . Setelah itu semua jalan menurun dan datar, saking datarnya tak terasa 53 km jarak purwakarta kosambi talagasari lemah Abang kami capai dalam waktu 2 jam lebih sedikit.

Kota Lemah abang yang lumayan panas memaksa kami mencoba masakan yang ada di pasar kota tersebut. Bubur Kacang ijo menjadi piliha waktu itu, Lumayan . Sebenarnya dari kota ini kita bisa lurus menuju pantai Cilamaya atau belok ke kiri menuju pantai Tanjung Baru. Apa daya hari sudah siang. kami khawatir hujan turun . Kamipun memutuskan kembali ke Purwakarta melalui Cikapek
Perjalanan pulang lewat Cikampek . tak terasa jam 3 sore mencapai kota sadang . Cyclocomp menunjukkan 86 km total perjalanan .

Kamis, 26 November 2009

Lampu Hemat Biaya


Lampu hemat biaya ,merupakan lampu sepeda perpaduan Motor DC /dinamo cap gajah buatan RRT yang handal dan head lamp tanpa merk yang sebenarnya diperuntukkan mobil. Tertarik dengan bentuk lampu extra yang harganya lebih rendah dari lampu cap gajah .
Instalasi lempu dan sumber energi tersebut cukup mudah .Hanya tempat yang perlu disesuaikan. Biasanya Dinamo ditempatkan di garpu sepeda untuk digerakkan dengan roda depan . Untuk MTB agak beda ,maka posisi dinamo pindah di bagian seat stay kanan ,sedikit diatas rantai. Ga pa pa yang penting berfungsi.
Head lamp yang berdaya besar yaitu 55 watt perlu disesuaikan dengan power maximal dinamo cap gajah,bola lampu bawaan perlu kita ganti yang dayanya lebih kecil.
Pilihan jatuh pada bola lampu tail lamp mobil. sedikit lebih kecil. Ukuran daya tidak terbaca lagi karena bola lampu /dop yang ada kebetulan barang lama .
Selesai memasang dop pada tempatnya ,dinamo saya hidupkan dan pedal saya putar, Wah Head lamp memancarkan sinar cukup jelas. Pemasangan saya nilai berhasil, tinggal menguji ketahanan bola lampu yang telah terpasang tersebut.
Untuk memasang alat campuran ini saya tidak mengeluarkan biaya lebih dari rp. 45000. silahkan goweser sekalian mencoba pada tunggangannya.
Lampu hemat , green energi .Lebih hemat dari lampu sepeda manapun ,karena ini lampu paling tua yang saya kenal.

Malam hari pengetesan lampu pun saya lakukan , total jarak perngujian mencapai 7 km , sejauh ini daya tahan bola lampu yang saya ketahui buatan stanley cukup bagus. Hanya saja sesuai dengan sifat hematnya , kekuatan lampu belum terukur sepenuhnya . Cahaya motor dan lampu penerangan jalan cukup membuat pudar kekuatan lampu ini.
berikutadalah kit yang saya pakai untuk merakit lampu ini.
1. Dinamo elephant 6 watt, 12 vot max
2. bohlamp. stenley 5 watt 12 volt
3. lampu kabut mobil generik
4. rumah lampu / fitting stenley
5. kabel secukupnya
6. bracket

Selasa, 24 November 2009

Sepeda Onthel Sisa Masa Lalu

Sepeda Onthel mungkin sudah jarang dilihat oleh anak-anak kita sekarang, saya sendiri yang dulu berdomisili di Makassar sangat jarang melihat sepeda peninggalan sejarah ini, kenapa? karena anak-anak sekarang sukanya dengan sepeda dengan model yang canggih-canggih, mungkin karena bobotnya ringan dan sepeda sekarang memiliki banyak spesifikasi seperti sepeda Dirt Jump/Urban and Street (DJ)BMX yang biasa digunakan untuk atraksi, sepeda cruiser yang seperti motor harley, sepeda gunung (MTB), Cross Country (XC), Enduro/All Mountain (AM), Downhill (DH) dll. Saya sendiri dulu punya sepeda Kennex sekitar tahun 1995 yang sudah terbilang canggih dengan gear belakang yang bisa diatur sesuai dengan keinginan kita, ada tempat botol minumnya, ada sirine dan lain sebainya. Sebagian daerah di wilayah Indonesia sepeda onthel pada umumnya digunakan oleh sebagaian pedagang pasar untuk membawa barang dagangannya kepasar atau berjualan keliling, namun di kota-kota besar sepeda ini memiliki banyak penggemar atau pehobi sepeda tua salah satu contohnya di Kota Tua Jakarta.

Sepeda GT ku...



Sebelumnya saya minta ijin ama pa Bambang selaku Direktur Jenderal Gowes Blog ini. Numpang narsis aja.
Saya tuh, belum lama kenal secara intensif ama sepeda. Ini sepeda juga boleh dapet dari temen. Wuuiiihh tajir abiz boz orangnya!!! ini sepeda udah kaya sampah aja, masa ditaruh di dapur, mana belepotan minyak goreng lagi, dia dah bosen maen sepeda, jadi dia mulai ngerambah ke mbah-nya sepeda yaitu Harley. Tapi orangnya baek boz. kita sama satu suku yaitu betokaw alias betawi. Sekali lagi thanx Boz Malik!! ente punya sepeda emang mantap boz!!
Balik lagi ke Sepeda GT ane neh. Dia punya warna merah (batangan, rims, botol minum).
begitu pertama ane naek ini sepeda, rasanya gagah n mantep gitu di tangan. POkoknya kalo naek motor mah persis kaya nek harley hehehehehehe.

Kemaren belom lama baru ganti ban, sebelumnya udah ganti RD abiz yang lama dah seret. tapi kata Dirjen Gowes Blog ini "masih bagus nih", ya udah ane kasih aja itu RD yang lama. Tapi ane masih kurang sreg ama shifternya, terutama shifter gigi belakang, payah man kurang presisi. Jadi mesti diganti shifternya dah. jadi kalo diitung-itung, ntu sepeda GT ane dah bisa buat ngebeli Polygon Monarch satu biji.
Bujug dah, ternyata ini olahraga mahal juga. Kata Pa bambang "pelan-pelan aja kalo mo ganti-ganti". Iya juga sih, jadi ga ngerasa.

Btw sorry nih bos kalo bahasa ama tulisannya jelek. Mending ga usah dibaca aja. Koreksi dan saran ane terima dengan lapang dada. Kalo mo maki-maki jg gpp, nti biar Tuhan yang bales. hehehheheheh.


Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!

Senin, 23 November 2009

Dijual United Patrol



Mau numpang jualan neh Agan-agan sekalian di blog ini untuk ngejual ini sepeda. Sepedanya juga bukan punya saya, tapi punya Pak Dwi. Katanya sih beliau mau ganti sepedanya ama yang lebih canggih. Gua juga bingung padahal sepedanya udah canggih bener. kalo mau tau spek-nya, berikut ini saya uraikan spesifikasi dari sepeda dimaksud :
- ban maxxis
- rem cakram mechanical

- hub funn

- dual control shifter (agak canggih sih menurut gua, masa mindahin giginya begini amat)

- alexrims SX44
- drive terain shimano deore
- ada rear shock
- seat post kalloy
- fork XCR
- setang Borla
- ooo iya hampir lupa, sepedanya yang warna putih yang dijual.
- kalo harga, tadinya sih dijual seharga 5 batang, tapi sekarang dah turun jadi 4,8 juta rupiah aja.
Kalo ada yang minat hubungi saya aja di 08179835777. trus lokasi barangnya ada di Tangerang. (mohon maap, itu di foto, tanggal ama jamnya salah)

Menggunakan sepeda untuk Transportasi


Sudah 3 minggu saya ga mengantar Huma ,anak saya yang besar les bahasa inggris. Mengantar Les pasa hari minggu pagi cukup merepotkan karena hari minggu pagi adalah jadual saya bersepeda.Setelah 3 kali mau ga mau saya harus libur dulu main mtb . Dilematis
Akhirnya dapat jalan tengahnya, saya tetap mengantar huma les dan tetap bisa bersepeda.
Sepeda touring saya lengkapi dengan boncengan . Pagi pagi sekali boncengan saya instal, Sebagai pelengkapnya saya pasang bantal supaya anak saya huma yang kurus bisa duduk dengan nyaman . Sebagai pelengkap tambahan saya instal juga injakan kaki supaya duduknya tambah nyaman
wust- wust sepeda melaju membelah jalanan.Bersepeda sambil ngntar anak les.

Selasa, 17 November 2009

Saya suka Sepeda Entry Level

Ada keunikan ketika merasakan bersepeda sekian lama. Saya mendapatkan kesenangan dan kepuasan bersepeda ketika memakai sepeda entry leve latau apa namanya yang artinya sepeda yang harganya ga mahal.
Ada kepuasan tersendiri ketika sepeda murah dan butut dapat menyelesaikan suatu rute .Menggunakan kembali sepeda lama kita pada dasarnya adalah membiasakan kita untuk memaksimalkan apa yang ada. Jangan buru buru meninggalkan yang lama .Kalo masih bisa dimaksimalkan untuk apa kita tinggalkan.
Bersepeda bagi kami bukan ingin memamerkan kekuatan kami , tapi kami memang cinta sepeda.
Apapun sepedanya , gimanapun bututnya, ayo gowes bersama kami .

Minggu, 15 November 2009

Parakan lima Sukajadi Gulampok



minggu 15 Nopember 2009, sebanyak 16 rider menapaki jalan off road dari Parakan lima ke Sukajadi Pasawahan melewati Gulampok .
Gowes kali ini cukup banyak pesertanya , maklum banyak rider yang ngumpul hari ini .
Rider rider ini memenuhi ajakan saya untuk kembali mencoba rute sepanjang sungai Cikao.

Disamping ingin melewati jalur off road tersebut, secara khusus memang saya ingin mencoba kemampuan sepeda saya .
Sepeda touring saya ini ingin saya ajak melewati jalan becek dan berbatu.
Wah nekat nich rute off road pakai ban city bike. Biar saja ,ada kok rider yang lebih nekat, dia bawa sepeda road /jalan raya untuk menggilas jalan berbatu dan becek.

Hasilnya bisa ditebak .pecah ban dan bertarung dengan lumpur yang memenuhi roda.
Tantangan pertama yang kita hadapi adalah jalan bekas truk pasir melintas . rute ini berada di sebelah kiri bawah jembatan sasak besi. Jembatan sasak besi adalah jembatan rel kereta api yang memotong jalan bandung purwakarta di desa Cijantung . menggowes rute ini menanjak dengan sudut kecil sampai kita menemui lapangan desa parakan lima. Dari lapangan ini jalan becek dan sesekali menanjak akan kita hadapi sampai kita mencapai sungai Cikao.
dari Sungai Cikao memanjak melalui tanjakan Gulampok dan berakhit siksaan tanjakan itu di Desa Pasawahan.
Dari Pasawahan menuju Titik finish kita diberi hadiah turunan panjang. Saking Panjangnya turunan tersebut cyclocomp di sepeda saya menunjukan angka 53 km / jam itupun sudah sedikit di rem karena bersimpangan dengan kendaraan roda 4 dari arah berlawanan.
Gowes 31 km selama 3 jam ditutup dengan makan makan khas anak sepedahan . nasi Timbel dan ikan asin , tahu dan tempe goreng serta tidak ketinggalan telur dadar.

Jumat, 13 November 2009

Perangkat Baru

Kali ini saya berhasil menambhakan 2 perangkat / aksesori pada sepeda touring saya. Perangkat pertama adalah pompa portabel beto . Pompa ini cukup handal sesuai dengan harga yang ditawarkan . tidak lebih dari 40 ribu saja. Dengan menebus seharga itu ,pompa beto bisa nangkring di sebelah botol minum sepeda anda.
Perangkat kedua adalah Cyclocomp cateye 5 .Sebuah cyclocomp paling simple yang saya miliki. Fungsi penunjuk kecepatan dan pengukur jarak dapat berfungsi dengan baik ketika saya pakai keliling blok di komplek perumahan saya.
Sudah lengkap alat untuk bersepeda jarak jauh. Nyaman dan sedikit canggih untuk ukuran sepeda . Semua fitur ada disini.

Selasa, 10 November 2009

Jangan Buang Frame Lamamu

Ada kalanya kita bosan dengan sepeda yang ini ini saja. Hal tersebut wajar .Namun jika kita kesampainan memiliki rangka sepeda yang baru maka saran saya jangan buang frame lama tersebut. Bisa jadi suatu saat kita ingin lagi memakai frame tersebut. Beberapa bulan yang lalu ,sebuah Frame lama yang saya temukan diantara onggokan frame di sebuah bengkel sepeda memikat hati saya. Frame tersebut sudah tidah diketahui lagi merknya, namun yang jelas ada tanda made in Taiwan di bagian head nya , bisa dibaca dengan jelas.
Saya menebusnya beberapa puluh ribu dan saya tambahkan sebuah frame lama saya. Tukar tambah istilahnya. nggak apa apa Frame ini cukup kokoh dilihat dari tebalnya bahan pipa yang dipakainya.
Selesai menjalani ritual pembersihan dan pembaruan kulitnya saya hidupkan lagi Frame tersebut. Bermodal parts koleksi yang saya simpan di gudang , jadilah frame tersebut menjadi sebuah sepeda yang mungkin siap untuk dipakai bersepeda jarak jauh .
Lampu untuk perjalanan malam keluaran pabrik cateye juga saya tambahkan pada sepeda ini. Sebuah Spy mirror cateye juga menempel di bar sebelah kanan.
Tambah Cakep ketika seorang teman memberikan rear Dereauleur Altus keluaran pabrik Shimano. Pas serasi dengan Gear Super Low 14-34 original yang saya tebus dari Toko Sepeda Ali Purwakarta. Rak Belakang juga sudah saya sediakan untuk membawa bekal bersepeda jarak jauh.

Ciherang Sukajadi

Saya penasaran dengan rute ini. Pada peta yang saya miliki ,kedua desa tersebut dipisahkan oleh sungai dan tidak terdapat simbul adanya jembatan yang menghubungkan desa desa tersebut.
Penasaran sekali rasanya menemukan rute yang melalui sungai tanpa jembatan penghubung. Melalui rute ini mau tidak mau mesti manggul sepeda menyeberang

Perjalanan Impian

Sebenarnya mimpi tersebut sangat sederhana yaitu bersepeda melewati rute cross country dan bermalam diperjalanan dengan tenda . Walaupun kelihatannya sederhana namun belum terlaksana juga. Aneh memang di negeri yang sudah merdeka ini ada perasaan was was jika harus bermalam dengan tenda didaerah bukan tempat tinggal kita. Bukan takut binatang atau hantu, saya lebih khawatir terhadap manusia.
Padahal rute yang ingin saya tempuh dalam mimpi saya ini tidak jauh juga. mimpi yang sederhana . Bersepeda ke bendungan ciawitengen karawang. Daerahnya ada di Peta .hanya ada rute yang sepertinya single track . Semoga mimpi ini bisa saya wujudkan

Senin, 09 November 2009

Tanjakan killer


Ada sebuah alat yang dapat dikategorikan sebagai penakluk tanjakan . alat tersebut bukan dooping haram. Sebuah Gear / sproket bernama super low gear.Superlow gear adalah gear dengan rangkaian gigi terdiri dari 34 mata. Gigi terbesar yang memiliki 34 mata ini dapat dipakai untuk menaklukkan tanjakan panjang dan sudutnya besar. Dengan pengeluaran tenaga tang ringan maka tanjakan 2 sulit biasanya bisa dilewati dengan tanpa turun dari sepeda.
Paduan gigi super low 34 mata dan chain ring depan 22 mata cukup ampuh sebagai jurus pamungkas melewati tanjakan tanjakan panjang.
Beberapa tanjakan yang sukses saya lewati menggunakan gigi superlow adalah Tanjakan Jatiluhur, tanjakan Ciredeu , dan tanjakan wanayasa.
Sebuah gear 7 tingkat kecepatan yang menyediakan gigi 34 mata ini biasanya dapat kita bawa pulang dengan menyediakan tebusan sebesar 85 ribuan . untuk yang merk bukan shimano bisa kita tebus dengan 55 ribuan.
untuk seri super low gear yang lebih tinggi tentu uang yang kita sediakan juga harus tinggi juga.
Selamat menjelajah tanjakan

Senin, 28 September 2009

pasir ipis lagi



Rute ini adalah rute standar kami, sedang saja tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan . Rute ini berada di sekitar kota purwakarta. Asyik walau dipinggir kota bisa menemukan rute bersepeda dengan medan cukup lengkat. Jalan menanjak ada 5 tanjakan , semuanya tanjakan ringan , cuma sekitar 200 m tiap tanjakan . medan jalan berbatu juga ada. menurun cukup tajam tersedia. dan menyeberang sungai melewati jembatan bambu untuk melatih keseimbangan juga ada.Pokoknya Lengkap. Hal yang paling menyenangkan adalah setelah bersepeda 2 jam kami makan bersama , lengkap sambel asin telur dadar, tempe goreng , teh manis , lezaaat

Kamis, 27 Agustus 2009

Membongkar RST Omega TnL 100 mm

Penasaran juga sama fork depan andalan saya ini. RST ini saya beli di Rodalink Bandung. Waktu itu seri ini baru keluar. Sayang ketika dipakai terdapat bunyi tok-tok dari sisi kanan atau sisi hidrouliknya.
Untuk pengetahuan saja , fork ini memiliki leg hidroulik di sebelah kanan dan coil spring di sisi kiri. Secara umum Fork ini cukup handal melintas jalan rusak. Beberapa kali saya pakai melibas jalan di sekitar Advanture champ di Jatiluhur Purwakarta. Tidak ada kekhawatiran fork akan jebol. Begitu juga ketika melahap jalan macadam rusak di Curug Cijalu Cipancar Subang . Oke- oke saja. Mantab habis.
Masalah yang saya hadapi hanya suara itu. Lumayan berisik. Penasaran terus akhirnya saya putuskan membongkar jeroan fork tersebut. Nekat saja coil saya keluarkan dengan membuka dari setelan preload. Kunci yang saya pakai hanya kunci “gegep “. Dengan hati-hati , hasilnya tidak menimbulkan kerusakan dari cap yang berfbahan plastic keras tersebut. Lumayan Preload yang macet karena penyetelan preload yang melebihi batas bisa saya kembalikan . Preload yang dulu sleg / saya kembalikan pada fungsinya. Untuk mencegah sleg terulang pada bagian ujung ulirannya saya beri spacer dari bahan karet yang saya dapat dari seal senapan angin. Lumayan tidak khawatir over penyetelan lagi karena sedah diberi spacer untuk mencegah kejadian berulang .
Ternyata bunyi berisik tidak hilang. Tambah nekat bagian hidrouliknya saya keluarkan dari rumah . saya test jalan tanpa Hidrouliknya. Yah ,….. Bunyi berisik tok tok hilang sama sekali. Bagian hidroulik yang mempunyai berat 400 gram tersebut ternyata bisa di lepas dan fork tidak kehilangan fungsinya. Hanya fungsi Lock yang hilang.
Tidak ada alat yang dapat membongkar bagian hidroulik tersebut sehingga saya tidak bisa melakukan pemeriksaan terhadap part mana yang bermasalah. Bisa saja oil yang kurang. Namun untuk menambah oilnya tidak ada bengkel sockbreaker yang bisa melakukannya. Ya sudahlah mungkin sudah cacat dari sananya. Maklum saja namanya juga produk masal . Bisa saja terjadi cacat produksi yang tanpa mengaja lolos dari bagian Quality Control.

Sabtu, 22 Agustus 2009

Gowes Bareng Roger Bagen

Pengalaman yang sangat berharga bisa bermain sepeda dengan anak anak Roger Bagen, Kita tahu grup bersepeda ini sudah kenyang pengalaman dan sudah banyak makan asam garam bersepeda.
Lokasi yang kami ambil adalah disekitar daerah Grand Wisata. Seperti kita tahu disekitar daerah tersebut banyak terdapat lahan yang bisa dimanfaatkan untuk bermain sepeda. Daerah sekitar Mustika Jaya ke belakang kita akan menemui rute jalan single trek, sampai kita menemui sebuah situ yang lumayan besar. Situ Cibereum namanya.Sayang sekali saat sekarang musim panas sudah mulai tiba, sehingga jaln single trek bisa menimbulkan kepulan debu tanah.
Bermain dengan kelompok ini membuat saya memiliki kesan yang luar biasa ketika saya mencoba menaklukan drop off sekitar 1 meter dengan sepeda saya yang generic. Terus terang ini adalah pengalaman saya mencoba trik drop off.
Saya terjatuh di trik ini dan hand phone saya nyaris hilang karenannya. Untuk sekali teman teman dari Roger Bagen sigap membantu menemukan kembali HP saya yang terpental ketika saya terjatuh di drop off tersebut. Sejujurnya saya cukup sulit menemukan lokasi saya terjatuh sehingga cukup lama menemukan kembali HP saya.
Jujur saja saya baru tahu kalo di daerah bekasi banyak rute untuk bermain sepeda gunung. Namun harus di akui antusiasme bersepeda di daerah ini cukup tinggi. Hal tersbut dibuktikan dengan banyaknya rombongan pesepeda yang kami temui sepanjang rute. Waluupun rute yang kami lalui tidak jauh hanya sampai Telajung dan kembali ke Mustika Jaya namun cukup memuaskan .
Terima kasih kawan , suatu saat kita ketemu di trek atau rute yang lain.

Minggu, 16 Agustus 2009

Pendakian ke Tangkuban Perahu


Tangkuban Perahu berada pada ketinggian 1803 mdpl . Terletak di Kabupaten Bandung Barat yang berbatasan dengan Kab. Subang . Untuk mencapai Gunung ini kita bisa melalui 2 cara. Pertama melewati jalan cagak - Ciater- Tangkuban Perahu.Yang kedua Sagala Herang - Ciater -Tangkuban Perahu.
Berkaitan dengan kemungkinan volume kendaraan yang melintas, saya memutuskan untuk memilih jalur Sagalaherang-Ciater- Tangkuban Perahu. Jalur ini relativ lebih panjang dari rute yang pertama.
Titik keberangkatan kami ada di desa Dayeuh Kolot , sebuah desa di kecamatan Sagalaherang Subang. Desa ini kami pilih karean kami bisa memarkir alat transportasi kami dengan aman . Kami menemukan Rumah makan yang menyediakan masakan khas jawa barat dan menyediakan tempat parkir yang cukup bagus di halaman depan rumah makan tersebut. Rumah makan ini saya lupa menanyakan namanya , namun bisa ditandai dengan keberadaannya berada di kiri jalan jika kita berangkat dari Purwakarta. Bahkan bukan hanya sekedar parkir , Tuan rumah yang baik ini mempersilahkan kami memarkir katana kami di halaman kediaman pribadinya yang berada di sebrang warung nasinya. Jika kita melewati warung nasi ini kita bisa mampir. Tanda yang dapat kami berikan adalah rumah makan / warung ini memiliki bangunan lantai 2/ loteng kecil di bagian depan.Dan terletak sebelum sebuah turunan u turn memasuki kecamatan Sagalaherang.
Pukul 08:30 pagi tanggal 15 Agustus 2009, suatu tanggal yang telah kami rencanakan selama kurang lebih tiga bulan yang lalu untuk mendaki puncak Tangkuban Perahu. Berjarak kuang lebih 50 meter didepan warung nasi terdapat sebuah jalan kecil namun sudah diberi lapisan aspal yang mulus , bisa kita lewati untuk mencapai daerah Ciater. Dari titik ini permukaan jalan relativ halus. ini artinya kita bisa memakai ban ukuran sedang atau 1.75 saja. Penggunaan ban ukuran yang lebih besar dari ukuran tersebut tidak begitu diperlukan untuk bisa menyelesaikan rute ini.
Jalan menanjak dari titik awal keberangkatan sampai desa Ciater harus disiapkan untuk bisa melewati rute ini. Puncak Tantangan akan kita rasakan setelah kita melewati Capulaga champing Ground. Disini kita menghadapi tanjakan yang cukup menguras stamina. Tidak jarang ban depan saya sampai terangkat untuk tetap bisa melaju. Di ujung tanjakan kita bisa bertemu lapangan sepak bola yang bisa kita gunakan untuk regroup jika ada anggota yang tercecer ketika melewati tanjakan ini.
Jika kita memiliki banyak waktu, di seberang lapangan bola , kita bisa menemui sebuah Curug atau air terjun, Lumayan tidak sampai 2 km dari lapangan bola tersebut adalah lokasi curugnya.
Dari lapangan bola ini kita bisa menikmati pemandangan perkebunan teh , dan lumayan jalan yang kita hadapi sedikit agak rata. 2,5 km kurang lebih dari lapangan ini kita akan mencapai desa Ciater.
Dari Ciater jarak yang kita p;erlukan untuk mencapai kawah tangkuban Perahu tinggal sekitar 9 km lagi. Namun jangan anggapo remeh jarak ini . dari titik ini tidak ada lagi menadn datar , 95 % tanjakan . Salah satu alasan mengapa rute ini tidak dipakai lagi pada balapan sepeda jalan raya adalah karena tanjakan dahsyat tersebut.
pukul 01:00 kami mencapai kawah Tangkuban Perahu. Lumayan Lambat. Harus saya akui beberapa kali saya turun dari sadle untuk mengambil kesempatan istirahat. saya beberapa kali mendorong sepeda untuk sampai ke titik 1803 m dpl.

Selasa, 28 Juli 2009

Tour Ke Rengas Dengklok

Ini adalah Tour dadakan yang tidak direncanakan dengan baik , hanya berdasarkan kesepakatan ketika anak anak Patriot sudah ngumpul hari minggu tanggal 26 Juli 2009. Jumlah starter yang ikut ada 12 orang, namun yang benar benar ikut menggowes ke Dengklok hanya 5 orang. Selebihnya pulang begitu sampai di Kosambi.
Rombongan utama memulai perjalanan dari Situ Buleud melewati curug dan menuju pos pertamadi pasar Kosambi , sedangkansaya menyusul 1 jam kemudian dari Cimaung melewati kawasan industri BIC. Rombongan pertama yaqng sudah sampai duluan di Kosambi tidak sabaran menunggu anggota yang tertinggal . Dikarenakan mereka memacu sepedanya seperti lomba ITT sehingga sampai dengan cepat di Kosambi. Saya yang biasa jalan pelan tertinggal jauh membuat mereka yang sampai di pos I Kosambi memutuskan kembali ke rumah karena merasa menunggu terlalu lama.
Harapan saya bisa bertemu dengan anggota Clussbi di markas mereka tidak kesampaian karena beberapa alasan . Salah satu diantaranya adalah saya tidak memiliki kontak dengan salah satu diantara mereka. Sehingga nggak bisa ketemu. Padahal kami ingin sekali bersilaturahmi dengan sesama pecinta olah raga bersepeda.
Titik pos I ini kami gunakan untuk mengisi perut kami dengan nasi bungkus . Kebetulan sekali sudah lama ingin merasakan kembali nikmatnya nasi bungkus warung tegal. Pas didepan Masjid tempat kami memarkir sepeda ada warung Tegal Slawi Ayu. Saya pun memesan nasi bungkus untuk teman teman saya yang mempersiapkan diri Sholat dluhur di Masjid tersebut.
Rp. 4.500 untuk satu bungkus nasi , lumayan nasi dengan sayur, tempe kering orek, dan tahu goreng. Ini menu saya waktu masih sekolah di Jakarta dulu. Wah warung tegalnya baik sekali . kami diberi Bonus satu kantong air putih per bungkus nasi. Lumayan buat ngisi bidon yang sudah mulai berkurang isinya.
Pukul 13:00 kami gowes kembali. Sebenarnya rute ke Dengklok saya dak hafal betul. Saya hanya mengandalkan ingatan saya ketika 2 hari sebelumya mencoba membuka peta daerah Karawang di komputer saya. Titik yang saya hafal hanyalah daerah Rawamerta saja. Maklum Peta Gratisan tersebut terputus di Desa Rawa Merta . Dari rawa Merta Ke Denglok Tidak bisa saya buka.
30 menit memacu sepeda kami menjejakkan kaki di perempatan pasar Talaga Sari. Sungguh Pasaryang lumayan ramai. Lokasi yang sangat baik untuk pusat perniagaan di daerah sekitar desa ini . pasar ini terletak di pertemuan antara dua jalan . Bisa juga disebut perempatan jalan.
Dari Pasar ini kami meneruskan ke desa Ciranggon dan menunju desa Kutawargi. Sepanjang jalan dari Talagasari ke Ciranggon kami melihat pedagang buah kawista di pinggiran jalan . namun karena ingin segera sampai di Ciranggon kami tidak menyempatkan diri mencicipi rasa buah Kawista .Sampai Disini semangat kami masih 55 , namun ketika sampai di sebuah jalan yang bertemu dengan sebuah saluran irigasi , salah dua dari rombongan kami minta pulang saja , takut tidak cukup waktu untukn sampai di rengas Denglok dan Kembali Ke Purwakarta sebelum hari gelap. Ya apa haruis dikata, kekompakan harus di jaga . Kami putuskan kembali ke Purwakarta.
Perlahan kami Gowes pedal sepeda kami, melewati Bengle,Belendung dan Kosambi lagi. Perlahan menembus debu debu sepanjang irigasi, melewati BIC dan kembali ke rumah jam ½ tujuh sore. Syukur semua selamat. Untuk posting ini saya tidak sempat mengambil gambar. Semua anggota kami terkena wabah low batt.

Selasa, 07 Juli 2009

Cross Country Selaawi -Cimayasari


Minggu tanggal 5 Juli 2009 kami melakukan kegiatan rutin dengan medan jalan yang lumayan bagus . Selaawi -Cimayasari. trek ini sebagian besar jalan aspal, hanya 20 % melewati hutan yang sebenarnya.Walaupun jalannya adalah jalan aspal namun ini adalah jalan pedesaan sehingga wajar kalo banyak lubang di sana sini. Tanjakan dan turunan adalah khas rute rute di purwakarta.
Titik tuju kami yang pertama adalah desa cipancur ,kemudian desa cikadu. kedua desa ini terletak di perbukitan . kalau kita lihat di google maps maka kita akan melihat beberapa daerah tangkapan air. Sayang kami tidak bisa mampir. karena tidak ada penunjuk jalan yang menterjemahkan antara peta dan kenyataan .
Desa Cikadu dapat kita capai setelah melihat simbol dURIAN di halaman balai desa. namun saya belum tahu hubungan nama tersebut dengan keberadaan buah durin di wilayah ini.
Ritual menyeberang sungai terjadi di rute ini. Jika ingin merasakan derasnya arus sungai sambil memanggul
sepeda silahkan coba rute ini.
Sukses menyeberangi sungai desa Cimayasari kita jejaki.
Desa Cimayasari terletak agak ke dalam dari wilayah sekitar Cipendeuy Subang. Disini kita bisa menemukan hutan karet. Dari sini kita bisa mengambil ke kiri ke Cipendeuy dan ke kanan akan sampai ke desa jalupang trus Banggala Mulya. Sebenarnya rute ke Banggalamulya yang ingin kami tuju. sayang sekali kami tidak bawa Peta, kompas apalagi GPS. Gowes terus membawa kami ke Cipendeuy. Untuk menghilangkan pebasaran kami dengan rute BanggalaMulya -Ponggang , kami memutuskan untuk pulang melewati desa Benteng dan Masuk ke Hutan di desa Cirende. Lumayan masuk hutan yang sebenarnya. Dengan Jalan Tanah bekas truk lewat.

Rabu, 01 Juli 2009

Reverse Route


Ini adalah pola bersepeda yang berkeseimbangan. Biasanya kita biasa melewati dari suatu rute yang monoton dari titik start A menuju titik finish B. Nah enaknya bersepeda gunung di Purwakarta , kita bisa saja membalik rute dari Titik B dan finish di titik A.
Trek yang kami lewati kali ini adalah start di Situ buleud depan rumah sakit Gunung Putri menuju desa salam Mulya melalui jalan aspal halus. Sampai di desa Salam Mulya kami mengambil jalan ke kiri. Rute ini adalah pembalikan rute yang kami lalui pada bulan Februari lalu.
Untuk mencapai desa salam Mulya ada dua tanjakan yang harus kita lalui , pertama tanjakan di Kampung Cihuni desa Lebak Anyar.Tanjakan yang lumayan berat ini berjarak sekitar 800 meter. Biasanya kami masih bisa melaju dengan kecepatan 10 km / jam . pelan ya, tapi namanya sepeda gunung , bisa melaju diatas 10km/ jam di tanjakan cihuni ini sudah bagus.
Sukses melewati Cihuni tanpa dorong kita bisa bersepeda agak santai, jalan didepan kita walaupun kecenderungannya naik, namun sudutnya relatif landai. Setelah rumah Makan sate Anwar II kita akan menajak sejauh 2,5 km untuk mencapai kawan hutan Ranca Darah.
Seperti biasa di setiap perubahan medan jalan kami regroup di pertigaan ini. Jalan dengan tipe 80 % rusak membentang di depan mata, kami akan melewati jalan rusak berbukit ini untuk mencapai desa Guruduk . Lokasi desa ini dapat dilihat di Google Maps, atau peta peta lokal di Indonesia. Namanya desa Guruduk , lumayan seram sesuai denagn kondisi jalan desanya yang penuh batu. Tidak ada salahnya jika para goweser mencoba menu ini. Ngetrek dari desa Salam Mulya ke Guruduk. Jika masih belum puas bisa kok , dilanjutkan ke desaWanawali dan Nyambung Ke desa Cikadu.
Melewati medan yang berat ini kami mengalami ritual ganti ban dalan seorang MTB-ers. Lumayan melatih kesigapan dan kerja sama tim .
Bagi yang mau mencoba rute ini , jangan khawatir kehabisan logistik, di beberapa lokasi dapat ditemui warung warung yang menyediakan air minum dan bahan berkarbonhidrat.

Mata Air Panas Ciracas

Sumber Air Panas ini kami datangi hari minggu tanggal 28 Juni 2009. Lokasi mata air panas ada di Desa Ciracas, Kecamatan Kiara Pedes. Keberadaan Mata Air panas di Kabupaten Purwakarta membuat saya penasaran. Saya koordinasikan teman - teman yang sudah pernah ke daerah ini untuk memandu tim yang akan mengunjungi mata air panas desa Ciracas.
Untuk sampai ke desa Ciracas kami mengambil rute Situ Buleud - Wanayasa – Babakan – Cibeber _ Kiara Pedes dan Desa Ciracas. Pukul 12: 30 Siang kami mencapai lokasi sumber mata air panas. Bagi yang menyukai perjalanan di kebon teh , rute ini juga melewati jalur perkebunan teh . Walaupun tidak melewati tengah perkebunan namun di samping kanan kiri jalan yang kami lewati selepas Wanayasa banyak ditumbuhi pohon teh. Bahkan di jalur tersebut kami temui juga Pabrik teh lokal . “Pabrik Teh Anggraini”. Jika ada MTB-ers yang ingin bersepeda di areal perkebunan teh , disini lokasi terdekat yang bisa kita capai.
Lelah Bersepeda kita bisa berendam Air panas di desa Ciracas. Makan dan Minum bisa kita dapatkan di warung kecil dekat nmata air panans ini. Kami pun sudah mencobanya. Maskan yang enak dan harga yang terjangkau. Disini kita bisa bersepeda ditengah suhu udara yang sejukn khas daerah gunung.

Rabu, 24 Juni 2009

Peta Rute Mulya Sejati - Batu Belah

Rute Mulya Sejati - Batu Belah


Rute ini sepertinya menjadi rute wajib bagi para MTB ers di daerah Karawang dan Purwakarta. Untuk memenuhi aturan tersebut kami untuk yang ketiga kalinya menyambagi rute ini. Untuk kesempatan ini kami memulainya dari Mulya Sejati melewati Batu Belah menuju desa Kuta Manah .

Seperti adatnya kami memulai gowes dari situ buleud menuju hutan karet di Kecamatan Campaka. Rute ini relatif datar tidak ada tanjakan , malah ada turunan panjang sebelum memasuki daerah Cibungur.

Selepas Cibungur kami menyebarangi jalan kereta melewati desa wanakerta dan sampai di BIC. Di sini jalan datar dan panjang sampai kami mencapai kawasan industri Indotaisei . kami regroup di sini karena ada beberapa anggota kami yang salah mengambil jalan ketika sampai di BIC.

Rumah yang ditinggal penghuninya karena sebaq yang saya tidak ketahui banyak dijumpai di perumahan Karawang Baru. Selepas Karawang baru kami mengisi bahan bakar nabati untuk tubuh kami. Gorengan , lotek dan teh manis bahkan minuman suplemen kami isikan ke tubuh kami . Sebuah warung di tepi jalan selepas perumahan , memberikan harga yang sangat bersahabat dengan kantong kami.

Pasar Uduk- Uduk , desa Mulya Sejati kami lewati sebelum menaklukkan tantangan tanah berlumpur di lahan tidur antara desa Mulya sejati dan desa Kuta Manah, lumayan menguras tenaga kami sampai bekal air minum ludes dilumat panas yang terik.

Batu belah membuat kami mendorong , sepeda . turunan yang dulu kami nikmati sekarang kami rasakan dahsyatnya ketika kami balik menjadi tanjakan. Dari titik ini kami terus menanjak sampai desa Kuta Manah dan menikmati turunan panjang sampai desa Cikao Bandung .

Selasa, 23 Juni 2009

Merambah Gunung Parang



Minggu tanggal 14 Juni 2009 kami mencoba rute Gunung Parang. Gunung parang adalah sebuah gunung yang terletak di kecamatan Tegal Waru, Purwakarta. Ya masih disekitar Purwakarta. Salah satu alasan yang mebuat kami masih bermain MTB di sekitar purwakarta adalah daerah kamin kaya akan rute off road yang cocok untuk pengguna MTB.
Rute yang kami lalui pada dasarnya dibagi menjadi 3 kategori. Rute jalan raya dari Depan Rumahsakit Gunung Putri sampai pertigaan Selalawi. Rute jalan raya rusak antara Selalawi sampai desa Panyindangan. Dan rute jalan berbatu antara desa Panyindangan sampai desa Pasanggrahan.
Rute jalan raya antar situ Buleud ke Selalawi merupakan jalan halus dengan rute menanjak, Jika saya tidak salah membaca odometer, jalan ini menempuh jarak lebih dari 10 Km. Dititik ini kami berkumpul kembali setelah melewati rute on road. Rute selanjutnya kami melewati desa suka Maju, , Tajur Sindang, dan desa Sindanglaya sebelum sampai ke Desa Panyindangan. Tanjakan khas pegunungan cukup menguras tenaga kami sebelum akhirnya jam 12:30 kami mencapai desa Panyindangan dan mengisi perut kami dengan bekal nasi timbel yang kami siapkan.
Dari Desa Panyindangan kami menuju desa Pasanggrahan. Rute ini cocok sekali untuk sepeda Full Suspensi. Tapi dengan perjuangan yang tak kenal menyerah, kami berhasil melewati tanpa kecelakaan . Satu satunya kendala yang kami temui adalah teman teman kami 3 kali mengalami ban bocor.

Kamis, 21 Mei 2009

Cyclocom


Salah satu peralatan yang dapat membatu kita dalam gowes - menggowes sepeda kesayangan adalah cyclocom atau anak anak sering menyebutnya kilometer. Kenapa bisa begitu? Ya namanya juga anak-anak sepeda memberi nama alat alat sesuai fungsinya. Cyclocom banyak memiliki fungsi tetapi yang paling menonjol adalah fungsi yang berkaitan dengan jarak , kecepatan , dan lain lain .
Diantara Cyclocom yang ada dipasaran yang baru diluncurkan atau katakanlah yang baru saya kenal adalah Magic One .Magic one adalah cyclocom tipe wire less atau tanpa kabel yang menghubungkan sensor unit dan display unit . Magic one wire less seri MG CCL 14 memiliki 14 fungsi dengan display yang cukup jelas .
Bukannya promosi tetapi Magic one memiliki kesesuaian antara harga dan fungsinya. Dengan harga berkisar pada kisaran dibawah Rp. 250 .000,00 maka magic one termasuk peralatan yang patut dipertimbangkan . Jujur saja ini merupakan cyclocom wire less dengan harga yang paling menarik yang saya jumpai dipasaran .
Fungsi Odometer dari alat tersebut mampu mendeteksi jarak tempuh dengan tingkat akurasi sampai pada angka 2 meter, jadi jarak tempuh berubah tiap sepeda kita gowes sejauh 2 meter.
Magic one MG CCL 14 ini diaktifkan secara manual melalui tombol disebelah kanan. Sedangkan fungsi auto off akan berfungsi jika tidak ada aktifitas selama kurang lebih 6 menit.
Keunggulan lain dari cyclocom ini adalah fungsi pembaca temperature udara. Namun sampai sekarang say belum mengerti mengapa fungsi ini disertakan dalam seri CCL 14. Seandainya bisa mengajukan usulan fungsi tersebut diganti saja dengan fungsi kalori meter yang sangat penting ketika kita sedang beraktifitas di luar ruang seperti bersepeda. Tidak adanya fungsi kalori meter itulah mungkin salah satu kelemahan gadget ini diantara kelebihan kelebihan yang sudah saya urai diatas.
Cyclocom yang sudah saya pakai lebih dari 100 km tidak menunjukan adanya tanda tanda error dalam pengoperasiannya. Namun jujur saja alat ini belum saya pakai kelewati guyuran air hujan . Beberapa cyclocom yang pernah saya pakai disepeda saya biasanya kehilangan fungsinya ketika diguyur air hujan , bahkan terkena air ketika di cuci saja bisa kehilangan fungsinya untuk sementara waktu.
Nah , jika teman teman kebetulan belum memasang cyclocom di sepeda kesayangannya , tidak ada salahnya mencoba Magic One tipe CCL 14 saya jamin gowes makin asyik.

Minggu, 17 Mei 2009

Nambah Bidon , air -air



Bagaimana mensiasati keterbatasan volume bidon? Bidon adalah wadah air yang terbuat dari bahan plastic atau metal yang biasa dibawa oleh pengendara sepeda. Biasanya daya tampung bidon berkisar pada angka 500- 750 cm 3 atau paling banyak 0,75 liter.
Jumlah sebanyak itu biasanya tidak mencukupi untuk memebuhi kebutuhan air minum selama perjalanan. Kebutuhan air mulai bertambah jika kita mengayuh sepeda dibawah terik matahari. Maklum jika pasas mulai menerpa tubuh kita maka keringat yang kita keluarkan juga bertambah banyak .
Sepeda tertentu memang menyediakan tempat bidon lebih dari satu , namun kebanyakan sepeda yang saya temui , terutama sepeda dengan frame generic hanya menyediakan satu tempat bidon / botol air.
Jika anda memiliki uang yang cukup membawa hydration pack mungkin menjadi cara yang tepat . Hidrations pack yang ada dipasaran paling kurang membutuhkan dana Rp. 250.000,00 , suatu jumlah yang relatif besar untuk kantong bagi sebagian orang.
Salah satu alternatife yang bisa kita lakukan adalah membuat dudukan botol air tambahan. Salah tempat yang bisa kita instal dudukan bidon / bottle cage adalah dibelakang seat post / tiang sadle. Alat yang kita perlukan adalah tali strap atau cable ties sebanyak 4 pcs.
Saya telah menerapkan cara diatas dan ternyata cukup berhasil , setidaknya botol tambahan tersebut berguna sekali menyediakan tambahan air minum selama saya menggowes sepeda.

Minggu, 10 Mei 2009

Menengok Curug Cijalu


Sudah sekian lama ingin sekali tour ke Desa Cipancar. Desa Cipancar berada didaerah Sagalaherang, Kabupaten Subang. Desa Wisata tersebut kita bisa menikmati indahnya pemandangan kebon Teh yang berada di wilayah Afdeling Ciater.
Perjalanan dimulai dari Base Champ Patriot di depan Rumah Sakit Gunung Putri Purwakarta. 12 orang kami menggowes setapak demi setapak menuju pos pertama di Situ Wanayasa.Gowes dari jam 07:30 dan sampai di Wanayasa 09:30 . yah pelan sih jarak 25 km menanjak kami capai dalam waktu 2 jam.

Dari Wanayasa perjalanan masih tersisa 18 km lagi dengan jalan sebagian besar menanjak dan sesekali ada bonus turunan sebelum dihadang tanjakan berikutnya. Sampai dipertigaan kantor desa Cipancar ke arah Curug Cijalu medan masih jalan aspal namun menjanjak terus sejauh 3 km. dan 1 km menjelang Curug , jalan aspal berganti dengan jalan gravel atau jalan berbatu khas perkebunan teh.

Indahnya perjalanan tidak dapat dilukiskan dengan kata – kata .Sebagai gantinya saya postkan beberapa hasil jempretan teman - teman kami melalui HP mereka.

Ekspedisi Gunung Sembung


Gunung Sembung adalah sebuah gunung di daerah Purwakarta. Disana terdapat pertambangan golongan C berupa batu belah . Gunung Sembung berada di ketinggian 311 mdpl. Untuk mencapai gunung sembung kami bisa mengambil rute Cibinong Jatiluhur.
Perjalanan dimulai dari base camp kami di Situ Buleud Purwakarta. Minggu 10 Mei 2009, 12 orang mulai menggowes sepedanya menuju Stasiun Ciganea. Di Staiun Ciganea rombongan berhenti sebentar untuk menunggu teman kami Bp Rahmat yang berbadan tinggi .
Dari Ciganea ini rombongan menyusur tepian jalan kereta menuju daerah Pasir Ipis. Dari Ciganea ini rute naik dan turun atau menyerupai huruf U. dan terdapat turunan yang cukup tajam menjelang desa Cibinong. Beberapa anggota Patriot pernah mencium tanah di jalur ini .
Setelah melewati sungai dengan melalui jembatan bambu single trek kita akan menemui medan off road yang cukup menantang. Tanjakan cukup tajam sampai-sampai ban roda depan terangkat . Dua tanjakan dengan jalur tunggal/ single trek tersebut mengantar kita ke jalan berbatu menurun cukup tajam dan berakhir di tepian danau Jatiluhur.
Dari tepian danau ini terdapat sawah sawah yang habis dipanen, dan kita bisa melihat puncak gunung Sembung yang hampir hilang . Dari kejauhan tampak Gunung sembung sudah terbelah oleh aktifitas penambangan batu. Dari titik ini Gunung Sembung kami daki. Setapak demi setapak ban bergerak dan akhirnya pukul 11: 00 gunung sembung kami lewati.
Setelah gunung Sembung rute menurun dari Malang Nengah, Stasiun Sukatani dan finish lagi di Purwakarta jam satu siang.

Minggu, 29 Maret 2009

Tour Pasir Munjul - Pasawahan


Melewati bukit dan gunung, menyeberang sungai dan melintas persawahan , itulah ringkasan rute kali ini. Minggu 22 Maret 2009, 11 pria tangguh menggowes sepedanya dari depan Rumah sakit Gunung Puteri Purwakarta.
Rute yang kami lewati rencananya berakhir di danau cirata , namun karena salah melewati jalan akhirnya kami finish di Pasawahan . Jauh sekali biasnya , bisa dikatakan 180derajat bergesernya.
Pagi jam 08:35 , rombongan bergerak dari Situ Buleud ke arah Ciganea melalui jalan raya Purwakarta - Bandung atau melalui jalan lama. Medan merupakan jalan raya dengan aspal mulus. Sesampainya di jembatan kereta api yang melintas di atas jalan raya , kami mengambil jalan kecil yang belok ke arah kiri. Dari sini nuansa cross country sudah terasa, jalan merupakan jalan desa yang sudah dilapisi dengan aspal , namun demikian terdapat pula beberapa ruas yang cocok dilewati dengan sepeda gunung ber - ban besar.
Dua Tanjakan kita lewati sebelum bertemu kembali dengan jembatan kereta api diatas kepala kita. Dalam peta daerah tersebut tertulis desa Cisalada.disini kita bisa melihat sawah yang mulai dipanen. Dengan mengikuti jalan tersebut , kita akan mencapai daerah Cijambe dan kemudian Krajan satu.
Berhenti di sebuah warung dipertigaan jalan adalah awal menyimpangnya jalur.
Perjalanan yang hanya berbekal peta terbitan lama yang tidak menyertakan nama desa membuat kami bertanya sana sini. Penunjuk jalan mengatakan jalur kiri adalah jalan buntu, belok kanan bisa ketemu jalan . kamipun mengambil jalan ke kanan , menaklukkan tanjakan panjang , dan bertemu jalan besar .
Gowes tanpa berhenti sampailah kami di desa Cibodas , suatu desa yang berada di daerah Cianting , Plered .untuk memenuhi hasrat cross Country kami mengambil jalan ke kiri dan berharap finish di daerah Pasawahan.
Jalan menanjak sejauh hampir 1 km cukup menguras stamina , wajar saja kami sudah memasuki daerah perbukitan disekitar desa munjul jaya. Kami tetap melanjutkan gowesan .
Setalah melewati persilangan jalan tol di daerah Pasir Munjul kami menemui bonus turunan yang lumayan panjang , jika diukur panjang turunannya bisa melebihi jarak 2 km. Satu hal yang membuat kami takjub ketika melewati turuna yang panjang kami berpapasan dengan seorang pemuda berjalan pelan menunju arah berlawanan dengan kami sambil memanggul karung berisi sesuatu. Kami tidak tahu apa isinya namun kelihatan sesuatu yang bertat. Turunan dengan jalan gravel baru habis ketika jalan tersbut juga berakhir .
Setelah sholat duhur, sepeda kami tuntun melewati pematang sawah dan melintas sungan tanpa jembatan bolak balik 3 kali. Menyeberang sungai ini sangat menarik , beberapa goweser terpeleset dan basah tekena air sungai.
Setelah sungai dan sawah kami lewati barulah kami bertemu dengan jalan beraspal. Namun jalan aspal bukan surga bagi kami , karena di depan terpampang lima tanjakan yang cukup panjang sebelum kami mencapai finish di Pasawahan.

Kamis, 19 Maret 2009

Trek Hutan Cirende


Hari minggu tanggal 15 Maret 2009 goweser dari Patriot Purwakarta mencoba menjelajahi rute di hutan Cirende. Hutan Cirende dapat kita capai melalui jalan Ipikgandamanah masuk ke daerah Munjul Jaya.
Daerah mujul Jaya menuju Cirende didominasi oleh turunan panjang sampai kita mencapai jembatan Ciherang.Dari jembatan Ciherang kita harus melalui 2 tanjakan sebelum mencapai hutan Cirende.
Trek di hutan cirende didahului dengan jalan makadam . Trek yang diambil adalah jalur kanan . Memulai kayuhan dengan gear ringan kita dapat menyaksikan kebun Jatropa di sisi kanan jalan .Melewati kebon jatropa kita akan disambut dengan tanaman pohon mindi.
Jalan makadam dengan tanjakan khas daerah perbukitan akan banyak kita temui di rute ini .
Kurang lebih ada 5 bukit yang dapat kita lewati di rute hutan cirende.
Bagi yang penasaran dapat mencoba rute ini Rute ini dekat dengan daerah yang dihuni manusia jadi tidak usah khawatir tersesat.
disekitar Hutan banyak terdapat galian pasir dan areal persawahan bahkan beberapa bekas galian pasir menjadi danau danau kecil pada saat musim hujan tiba.

Senin, 09 Maret 2009

Live After Death

Judul diatas patut diberikan untuk sepeda saya yang baru. Sepeda tersebut adalah pemberian istri saya yang saya rakit kembali. Sepeda tersebut berfungsi kembali setelah 10 tahun mangkrak di gudang. Sepeda warna biru tersebut adalah sepeda dinas untuk Bidan Desa pemberian pemerintah tahun 1998.
Sepeda berwarna biru dengan cap / Merk Gazele lady tipe S/N 00551774 , adalah sepeda yang diberikan pemerintah kepada Bidan PTT . Pemberian tersebut sebenarnya patut disyukuri, karena semenjak saat itu tidak ada lagi pemberian bantuan alat transportasi yang didapatkan istri saya selaku Bidan Desa.
Awalnya istri saya senang sekali menerima bantuan alat transportasi tersebut, namun medan berat yang harus dilalui waktu itu membuat sepeda tersebut tidak berdaya ataupun tidak banyak berfungsi. Ketika dipakai untuk melakukan pos yandu barang bawaan sering jatuh karena jalan desa yang waktu itu masih didominasi batu – batu sebesar kelapa. Nah karena itu akhirnya sepeda Gazele Lady ukuran 26 “ disimpan digudang.
Nah , namanya tidak pernah dipakai , lama lama pasti terjadi kerusakan , dan lengkaplah alasan mengapa sepeda yang semula bagus menjadi mati suri.Beruntung setelah sekian lama tertidur , sepeda Gazele itu bisa dirakit kembali . Namun sebelum dirakit Frame Gaz, tersebut dibawa ke Purwakarta dari tempat istirahatnya di Pati Jawa Tengah., bahkan sebelum dibawa ke pati sepeda tersebut memiliki wilayah kerja di daerah Sulang Kabupaten Rembang. Bersyukur Sepeda tersebut sudah dapat dipakai keliling kompleks. Tidak hanya itu sepeda Gaz, tersebut sudah saya coba sejauh 15 km dan tidak ada tanda tanda bakal nyusahin di jalan.
Kalau saja sepeda ini dapat bicara maka dia akan bersyukur terus , pasalnya selain dapat memberi manfaat kepada pemiliknya, kelengkapan atau spare part yang dipasangkan tergolong part kelas atas sebut saja: shifter menggunakan Shimano revo Shift 7X3 , Rear Gear memakai Shimano . Berikut adlah Drive Train yang dipakai :
1. Frame : Lady Gaz.. 26”
2. Rear Derailure :Shimano C 201 Megarange rapid rise
3. FD : Shimano Altus A10
4. Rear Gear: Shimano 7 Speed.14-28
5. HuB dan Free Hub: Bitek
6. Bottom Braket : Shimano UN 25
7. Fork : RST 26” catilever brake tipe.
8. Brake : Calilever Shimano Exage
9. FC: Apexi Sun race 22-42 , 175 mm
10. Seat Post: Kalloy 28.6 mm
11. Sadle : Velo Push
12. Stem : Kalloy
13. Handle bar: MJ Cycle alloy
14. Rim : ATB
15. Tire: Swable
16. Heat set : CH standard size
17. Bottle cage: Alloy
18. Shifter brake: Alloy
19. Pedal: xerama

Sepeda tersebut sekarang nyaman dipakai keliling kompleks dan sebentar lagi bakal dipakai ikut touring di berbagai event di Purwakarta dan sekitarnya.

Rabu, 18 Februari 2009

Patriot Menapak Batu Belah


Sekali Lagi rider dari Patriot Purwakarta mendaki trek Batu Belah . Batu Belah adalah nama sebuah bukit di daerah Jatiluhur Purwakarta. Jalur ini besa ditempuh dari bunder, pertigaan indosat , cikao Bandung dan sampailah di kaki bukit Batu Belah.
sebelah rider memulai perjalanan dari titik o m di daerah Situ Buleud. Perlahan para Rider mengayuh sepedanya menju daerah Bunder. Sebuah belokan setelah melewati jembatan sungai sasak Beusi. Sampai di pertigaan Indosat peserta berhenti sebentar untuk menyatukan cara menempuh trek batu Belah. semua sepakat ambil jalur lurus melewati Indosat dan menuju Cikao Bandung.
Sampai di Cikao bandung para rider terus menggenjot sepedanya mendaki Bukitb batu Belah . Memang ini cuma satu bukit, panjang pendakian kurang lebih 1 km , terdiri dari jalan dari cor beton . dan syukur semua dapat sampai puncak tanjakan.
Selepas menaklukan puncak Batu Belah , semua mengambil trek off road.Disinilah tantangan yang sebenarnya, karena jalan yang dilewati adalah jalan setapak dan licin .

Rabu, 04 Februari 2009

Jelajah Hutan Rancadarah


Penggemar Sepeda yang tergabung dalam Group Patriot Purwakarta , hari minggu 1 Februari 2009 mengadakan goes sepeda ke kawasan hutan Lancadarah Purwakarta.Jelajah ini dimulai dari kawasan situ buleud Purwakarta.

Rute yang diambil adalah Situ Buleud - Selaawi- Galuduk- Lancadarah -Cihuni.

Star dimulai jam 09:00 pagi dan finish jam 12 :00 di kolam ikan yang ditunggu salah seorang rider grup Patriot yaitu sdr Engkus. Acara ini juga merupakan syukuran atas kelahiran anak ke duanya.

Sambil istirahat dan cerita sana sini tentang perjalanan yang baru saja ditempuh, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama . Acara makan makan ini hasil kreasi resep oleh anggota Patriot.

Selesai Makan siang dan Sholat Duhur satu persatu peserta berpamitan untuk persiapan hari kerja besok pagi.